Peperangan Dalam Ajaran Islam: Tafsir Ayat Perang (Al Baqarah 190-193)

Diposkan oleh Islam Wiki

Pendahuluan Tentang Perang Islam


Pada zaman sekarang ini, sebagian orang (khususnya orang Eropa dan Amerika) sering mengidentikan Islam dengan agama perang,  Islam adalah identik dengan kekerasan, perang adalah salah satu bentuk tradisi yang telah ada sebelum islam datang, baik dari peradaban Persia maupun Romawi, dalam Islam perang diatur bagaiman tata cara perang, bahkan adab perang pun diatur.

Pembahasan Tafsir ayat-ayat masalah perang


A. Surat Al Baqarah 190-193


Artinya:
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yag memerangi kamu, (tetapi ) jangan lah kamu melampu batas, karena sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana berada saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat kamu mengusir kamu (Mekkah ): dan fintah itu lebih besar bahanya dari pada pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi (di tempat itu ), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhentu (dari memusuhi kamu), maka sesuguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehinga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga )ketaatan itu semat-mat a hanya untuk Allah. jika Mereka berhenti (dari memusuhi kamu ) maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang zalim”

B. Tafsir Mufradat

  1. Sabilillah artinya: agama Allah atau jalan untuk mncapai keridhaan Allah
  2. Yuqotilunakum artinya: diperkirakan mereka akan menyerang kamu
  3. Wala ta’tadu artinya: kalian jangan memulai peperangan dengan mereka
  4. Mahabbatullahi li’ibadihi artinya: Alah menhendaki kebaikan dan menberi pahala kepada para hamba-Nya
  5. Al-Mutadun artinya: orang-orang yang melewati ketentuan Allah berupa syaria’at-syariat danhukum Nya
  6. As Saafu cerdik dalam memahami sesuatu, baik yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan ataupub pekerjaan tetapai terkadang dipakai untuk juga untuk arti secar a umum
  7. Min haitsu akhrajakum artinya: dari tempat mereka mengusir (Mekkah)
  8. Al Fitnah asal kata dari fatana sauqu zahab yang artunya apabila tukang kemasan melebur emas dengan api untuk mengeluarkan kotoranya, kemudian dipakai setiap ujian yang berat, seperti diusir dari kampung halaman yang tercinta atau fitnah dalam agama
  9. Wa Yakunud Dinu Lillah artinya hendaknya seseorang memeluk agama Allah penuh dengan keiklasan karena Allah tampa ada rasa pengaruh rasa takut kepada selain Nya , sehinga tidak adalagi fitnah dan tidak ada yang menyakiti ,dan tidak pula menbutuhkan basa-basi ,sembunyi-sembunyi dan berbelit-belit


C.Asbabul Nuzul /Munasabah

Surat al Baqarah ini turun berkenaan dengan perjanjian perdamian hudaibiyah, yaitu ketika Rasulullah dicegat kaum Qurais untuk memasuki Baitullah. Isi perjanjian tersebut antara lain ,agar kaum muslimin menunaikan umrah dan haji pada tahun berukutnya. Ketika Rasulullah menpersiapkan diri untuk melaksanakan utuk melaksanakan umrah dan haji tersebut sesuai dengan perjanjian ,para sahabat khawatir kalau-kalau orang kafir Qurasy tidak menepati janji nya, bahkan memerangi dan menghalangi mereka untuk masuk ke Masjidl Haram. Kekawatiran para sahabat menjadi itu tebukti dan mereka diserang oleh orang-orang Qurasy. oleh karena itu turunya ayat ini sebagai jawaban bahwa perang untuk membalas musuh dibenarkan.

Ayat-ayat sebelumnya menjelaskan tentang haji yang pelaksanaanya memerlukan waktu-waktu tertentu, sedangkan ayat sesudahnya berbicara mengenai qhisos yang bisa diterapkan ketika terjadi pelangaran.

D. Tafsir ayat

Allah mengizinkan memerangi mereka dengan membela dan meninggikan kalimat-Nya atau jihaduntuk menegakkan kalimat Allah , perintah untuk memerangi kaum kafir Qurasy karena kaum muslimin dihalang –halangi untuk melakukan ibadah umrah, karena mereka telah merusak perjanjian (Hudaibiyah ) dan menfitnah agama islam.

Dan tidak diperkenakam untuk mendahului menyerang dan tidak diperbolehkan untuk melewati atau melampaui batas ketika terjadi perang yang berkecamuk seperti menbunuh wanita, anak-anak, orang-orang tua dan orang-orang yang sedang sakit serta orang-orang yang telah menyerang mereka, dan merusak rumah menebang pohon, karena perbuatan melampui batas adalah perbuatan yang dibenci Allah.

Ketika perang telah berkecamuk maka bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai, supaya mereka tidak lagi menhalang –menhalangi di Masjidil Haram.

Dan usirlah mereka sebagaimana mereka mengusir kalian dari Mekkah. Kaum Kafir Qurasy telah mengusir nabi dan para sahabat dengan menfitnah agama islam. Kemudian mereka melarang dan menghalangi-menghalngi kaum muslimin untuk memasukinya kembali untuk tujuan ibadah. Nabi rela untuk melakukan perjanjian agar umat islam melakukan ibadah haji pada tahun depan kemudian, seetelah datang waktunya kaum kafur quraisy mengingkarinya, sehingga Allah mengizinkan untuk memerangi mereka


Sebab dibolehkanya Memerangi Kaum Musyrikin

Fitnah yang dilancarkan kepada kaum muslimin dengan menyakiti dan mengusir serta merampas harta kaum muslimin sesungguhnya lebih keji dari pembunuhan ditanah suci.

Pada ayat berikut adalah pengecualian terhadap izin membunuh kaum musrikin (yang memerangi ) yang boleh di bunuh dimana saja mereka berada sekalipun di Masjidil Haram.

Bagi siapa saja diantara mereka yang masuk ke dalam masjidl haram maka aman, kecuali apabila mereka tetap bertempur dan merusak kehormatan Masjidil Haram, maka pada saat itu tiada aman bagi mereka.

Pada saat itu melakukan pertempuran di masjidil haram adalah hal yang tabu dan berdosa, maka Allah menperkuat izin-Nya dengan syarat diatas, kemudian Allah berfirman :

Janganlah kalian menyerah kepada mereka. Perangilah mereka yang telah memerangi kalian. Sesunguhnya mereka telah mendahului menyerang itulah yang berlku zalim, sedangkan bagi yang mempertahankn diri tidaklah berdosa

Menbalas perbuatan kaum Musyrik dengan balasan apa yang telah diperbuat mereka kaum Muslimin, sebab mereka telah melampau batas ketntuan Allah

Apabila mereka berhenti dari peperangan atau dari kekufuran, maka Allah menerima amal mereka , Allah mengampuni dosa-dosa dan memaafka apa yang telah apa yang mereka perbuat apabila mereka bertaubat atas perbuatan jahat pada masa lalu kemudian mereka sadar dan takut pada Allah serta mau beramal baik. Alah berfirman.

Perintah perang pada kalimat yang pertama menjelaskan permuallan diperbolehkanya berperang . Sedang pada kaliamat kedua adalah untuk menwujudkan tujuan-tujuan perang yaitu agar supaya tidak ada fitnah lagi.

Tidak ada lagi rasa kekhawatiran untuk menerima fitnah dalam agama, dan tidak ada lagi yang melarang dan menyiksa mereka karena memeluk agama mereka sendiri dan setelah itu mereka tidak takut untuk menujukkan agama mereka.

Apabila mereka berhenti dari perbuatn yang selama ini mereka lakukan, kemudian masuk kedalam agama islam, janganlah kamu memusuhi mereka lagi (memerangi) sebab siksaan dan hukuman itu hanya sebagai pelajaran bagi mereka agar mau kembali dan meninggalkan kesesatan serta kezaliman

E. Kandungan Ayat

Ayat 190-193 ini merupakan rangkaian ayat yang pertama kali turun menyangkut perintah berperang perang dalam islam bersifat defensive bukan ofensif (bertahan, bukan menyerang ).Perang dalam Islam hanya untuk membela diri atau menghalau serangan yang sudah diambang pintu, peperangan baru akan dimulai apabila ada pihak-pihak yang memerangi yakni apabila ada kelompok yang merencanakan penyerangan terhadap kaum muslimin.

Perang dalam Islam harus dibingkai dalam fisabillah, yakni untuk menegakkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa atau jalan kebenaran dan keadilan. Perang dalam Islam bukan hanya untuk agama tetapi juga untuk perlawanan dengan alasan kemanusian, termasuk untuk mendapatkan kemerdekaan (ayat 191), Islam tidak mengajarkan untuk mendapatkan minyak atau pristse (agar diangap pahlawan dan kuat ) atu motiof-motif yang lain.

Islam juga mengatur etika dalam perang, tidak semuanya musuh harus diperngi hanya mereka-mereka terbiasa melakukan peperangan, sehinga kalau dalam suatu masyarakat, wanita orang-orang tua atau anak-anak yang tidak terlibat tidak boleh diperangi termasuk yang telah menyerahkan diri dan termasuk sarana-sarana  yang tidak digunakan dalam peperangan tidak boleh di rusak, itulah sebabnya Allah berkali-kali mempertingatkan agar tidak melmpu batas. Termasuk dalam melampaui batas adalah melakukan pelanggaran terhadap etika berperang.

Fitnah adalah sebentuk ujian yang bisa datang dari Allah atau manusia, ulama berbeda pendapat tentang mengenai tafsiran , menurut Qatadhah sebagaimana Waryono Abdul Gofur dalam tafsir sosial yang dimakasud dengan fitnah adalah syirik, sedang Ibnu Zaid mengartikan bencana kekhufuran, kekafiran bahayanya lebih besar dari penbunuhan karena kekafiran merupakan yang memberi pelakunya mendapatkan hak mendapat azab yang kekal

PENUTUP

Dari ayat al baqarah 191-193 kita dapat ambil hukum mengenai peperangan bahwa perangan dalam Islam merupakan tindakan yang paling darurat, ketika mendapatkan tekanan dari pihak musuh, sehinga umat uslam harus membela diri, perang dalam Islam merupakan pembelaan diri atas terjadinya penyerangan atau karena terjadi fitnah yang ditujukan kepada kaum muslimin dan jalan satu-satuya untuk menhilangkan fitnah dengan peperangan.

Bunuh-membunuh dalam Islam dibolehkan dalam Islam ketika terjadi peperangan untuk membalas apa yang dilakukan oleh kaum kafir kepada kaum muslim, tetapi dalam Islam mempunyai tata cara berperang yaitu  hanya orang yang berperang saja yang boleh dibunuh, anak-anak, wanita, orang tua, dan orang yang sudah menyerah tidak boleh dibunuh dan juga merusak yang tidak berkaitan dengan peperangan tidak perkenankan, karena hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang melampui batas, yang dibenci oleh Allah SWT.


DAFTAR PUSAKA

Al Maraghi , Syekh Akhmad Musthafa, Tafsir Al Maraghi (Terjemahan ), Semarang, 1989, Toha Putra
Al Maliki , Syekh Akhmad Al Sawi, Hasyiyat Al ‘Alamt Al Sawi ‘ala Tafsir Jalalyan , 1993, Dar Al Fikr
Ghofur Waryono Abdul, Tafsir Sosial , Yogyakarta, 2005, ElSaq Press
Read More

Kategori Nafsu Manusia - Akhlak Islam

Diposkan oleh Islam Wiki

Kategori Nafsu

Kita sering mendengar jika menuruti hawa nafsu pasti kita akan masuk neraka, akan menjadi orang paling celaka di akherat, lalu pertanyaan apakah semua nafsu itu jelak? Nafsu merupakan bagian dari organ rohani yang dapat menpengaruhi kehidupan manusia. Nafsu mengeluarkan intsruksi untuk berbuat atau tidak, sehingga nafsu merupakan komponen dalam rohani yang sangat mempengaruhi kehidupan, dan nafsu dapat dikategorikan menjadi delapan :

1. Nafsu Amarah

Adalah jiwa yang belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, belum memperoleh tuntunan, belum bisa menentukan mana yang bermanfaat dan yang membawa mafsadat, tetapi kebanyakan nafsu kategori ini menbawa ke hal-hal yang tiada patut, seperti berkhianat, tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain, ia gemar menerima bisikan syaithan  untuk mencapai tujuannya.

2. Nafsu Lawwamah

Adalah jiwa yang telah menpunyai rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelangaran, ia tidak berani melakukan secara terang-terangan dan tidak pula mencari cara kegelapan melakukan sesuatu, karea telah sadar akibat perbuatannya. Sayang sekali ia belum mampu mengekang nafsu jahatnya, oleh karena itu ia masih dekat dengan perbuatan maksiat dan mafsadat.

3. Nafsu Muawwalah

Adalah jiwa yang telah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, walaupun baginya mengerjakan yang baik sama halnya mengerjakan yang buruk. Ia melakukan keburukan tidak berani secara terang-terangan tetapi secara sembunyi-bunyi, karena dalam dirinya telah timbul sifat malu, sifat malunya bila dilihat oleh orang-orang

4. Nafsu Mutmainah

Adalah jiwa yang teah mendapatkan tuntutan dan pemeliharaan yang baik. Ia mendatangkan ketenangan jiwa, melahirkan perbuatan yang baik, memelihara dari sifat-sifat yang tercela, dan mendorong perbuatan yang baik dan pada intinya nafsu ini menjelma menjadi maslahat pribadi dan kepentingan kolektif.

5. Nafsu Mulhamah

Adalah jiwa yang menperoleh ilham dari Allah, dikarunia ilmu pengetahuan, dihiasi oleh akhlakul mahmudah , ia merupakan sumber sabar, sukur, dan ulet.

6. Nafsu Raadliah 

Adalah jiwa yang ridha kepada Allah mempunyai status yang baik dalam kesejahteraan , mensyukuri nikmat, qana’ah atau merasakan apa yang ada.

7. Nafsu Madliyah 

Adalah jiwa yang diridhoi oleh Allah, keridhaan senantisa diberikankanNya berupa senantiasa berzikir, ikhlas, mempunyai karamah , dan memperoleh kemuliaan.

8. Nafsu Kamilah 

Adalah jiwa yang telah sempurna bentuk dasarnya, sudah terkategorisasi cakap untuk mengerjakan irsyad dan menyempurnakan ikmaal terhadap hamba Allah.

Nafsu dikategorikan menjadi delapan lalu kita tinggal pilih yang ada di diri kita apakah kita termasuk dalam kategori satu atau dua dst.., tetapi hal itu nggak penting yang penting kita mau berusaha untuk menjadi yang paling terbaik di mata Allah , Allah Maha Tahu. 
Read More

Tawakal Kepada Allah - Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki

Arti Tawakal

Tawakal artinya menyerahkan, menggantungkn diri dan mengharapkn (segala sesuatu) kepada Allah, setelah melakukan daya upaya baik untuk menghindarkan sesuatu ataupun untuk mendapatkan sesuatu. Apabila suatu ketika kita berhadapan dengan suatu bencana kemudian kita telah usahakan dengan segala daya upaya dan kemampuan kita, tetapi bencana itu tetap menimpa diri kita, maka sesungguhnya bencana itu merupakan ketetapan Allah. Sebab pada hakikatnya segala yang menimpa diri kita telah ditetapkan oleh Allah SWT.

"Katakanlah, "sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada-Nya lah orang-orang yag beriman harus bertawakal" (At Taubah 51).

2 Tingkatan Musibah

Jika kita perhatikan, maka setiap hal yang menimpa diri kita dari segala macam penderitaan itu pada hakikatnya dapat dikelompokan ke dalam dua tingkatan :

1. Musibah yang masih dalam jangkauan kemampuan untuk menghindarinya

Misalnya seseorang menderita kelaparan padahal baik jasmani maupun rohaninya sebenarnya mampu untuk mengusahakan makanan. Contoh lain misalnya seseorang kehilangan atau kecurian karena kelalaian tidak mengunci pintu-pintu rumahnya, atau tidak mengunci kendaraannya atau tidak mengikat hewan peliharaannya. Dalam mengahadapi hal seperti ini seseorang harus terlebih dahulu mengusahakan daya upaya untuk menghindarinya, misalnya mengunci pintu rumah jika hendak pergi, mengnci endaraan jika hendak ditinggalkan.

Sabda Nabi Muhammad s.a.w :
"Ikatlah untamu dan bertwakalah" (HR. Ibnu Hibban)

Sebelum bertawakal kita dituntut usaha yang sepadan, bukan asal saja kemudian tidak berhasil lalu tergesa-gesa bertawakal kepad Allah, apalagi mengambil sikap berputus asa.

2. Musibah di luar jangkauan manusia untk menghindarinya

Mislanya, bencana alam seperti gunung meletus atau gempa bumi. Dalam menghadapi musibah seperti ini, manusia dituntut untuk tawakal dan sabar. Menyadari bahwa semua itu terjadi atas kodrat dan irodat Allah SWT semata-mata. Bencana alam dapat pula berfungsi sebagai azab yang ditimpakan atas diri mansia karena dosa-dosa yang telah diperbuat. Oleh karenanya jika kita ditimpa bencana alam hendaknya kita segera mawas diri apakah masyarakat kita telah banyak meninggalka perintah Allah atau telah banyak melanggar larangannya. Maka hendaklah kita bertawakal dan memperbanyak istighfar.

"Berapa banyak kota yang telah kami binasakan yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota ini roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi, maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada. " (Al Hajj 45-46)
Read More

Tawadu' - Rendah Hati Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki
Tawadu atau sikap rendah hati merupakan akhlak yang utama. Dengan tawadu akan menjadi indah budi pekertinya, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah. Sikap tawadu' muncul karena adanya kesadaran akan hakikat kejadian manusia dan hari kemudian. Islam mengajarkan bahwa mansia itu harus bersikap tawadu'. Sikap tawadu' ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Gambaran orang yang bersikap tawadu' adalah sebagaimana diungkapkan dalam hadist Nabi sebagai berikut yang artinya; " Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku "bertawdu'lah kamu sehingga seseorang tidak berlaku sombong terhadap orang lain dan seorang tidak berlaku curang atas orang lain." (HR. Muslim)

Sebagian dari perwujudan sikap tawadu' yaitu tiadanya sikap bermegah-megahan (sombong, congkak, takabur) serta berlaku curang (tidak adil, mau enaknya sendiri). Orang yang memiliki sikap tawadu' juga harus bersifat rendah hati dan ucapan katanya mengandung kesejahteraan dan keselamatan, tidak menyakitkan orang lain (tidak pandang siapa lawan bicaranya).



Firman Allah SWT : yang artinya : "Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan (Al Furqan ; 63).

Sikap tawadu' bukanlah sikap yang rendah dan tidak mengurangi harga diri seseorang. Bahkan menaikkan derajat orang itu sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist yang artinya ; " Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW, bersabda , " Sedekah tidak mengurangi harta dan Allah tidak menambah selain kehormatan kepada seseorang yang memberi maaf dan tiada seorang yang bertawadu' secara ikhlas karena Allah. melainkan Allah mengangkat derajatnya' (HR. Muslim).




Read More

Apa itu Ushul Fiqih: Pendahuluan

Diposkan oleh Islam Wiki
Menggali suatu hukum (istinbath) dari sumber yang diakui syara’ tidak boleh berlandaskan nafsu dan kesenangan, melainkan harus melewati langkah-langkah tertentu yang harus dilalui oleh seorang mujtahid, juga harus menggunakan kaidah-kaidah pengantar dan ketentuan-ketentuan dasar, barulah ijtihadnya dapat diterima dan dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dibutuhkan sebuah ilmu yang membahas sumber-sumber, argumentasi dan kedudukan hukum untuk dijadikan dalil serta cara memproleh dalil itu, ilmu yang merumuskan metode dan kaidah khusus untuk mencetuskan sebuah hukum, ilmu yang harus dikuasai oleh seorang mujtahid saat berusaha memahami hukum dari dalil-dalil yang rinci, ilmu itu adalah ilmu ushul fiqh. Karena itulah Ibnu Khaldun mengatakan bahwa ilmu ini adalah ilmu syariat yang terbesar, tertinggi kedudukannya, dan terbesar manfaatnya.

Penjelasan di atas adalah inti dari llmu ushul fiqh, tetapi ulama ushul memberi sebuah definisi tersendiri. Definisi tersebut ditinjau dari susunan bahasanya dan ditinjau dari statusnya sebagai sebuah nama ilmu. Dalam tata bahasa arab, ushul al fiqh adalah susunan idlafiyah; kata ushul merupakan mudlaf dan al fiqh adalah mudlaf ilaih.

Tujuan dari pemaparan definisi ini adalah agar orang yang baru mempelajari ilmu ini dapat memahami istilah-istilah yang digunakan ulama ushul dan tidak bingung saat menelaah kitab-kitab mereka. Di bawah ini, saya akan memaparkan definisi ushul fiqh dimulai dari tata bahasanya dalam bahasa arab sebagai susunan idlafiyah, kemudian dari statusnya sebagai nama dari sebuah ilmu.


Definisi Ushul Fiqh


A. Sebagai Susunan Idlafiyah


Untuk menjelaskan ini, lafadz ushul al fiqh harus dipisah, yakni menjadi ushul dan al fiqh.

Ushul adalah bentuk plural dari kata ashl. Secara etimologi berarti: asal-muasal dari sesuatu, baik secara inderawi maupun rasio. Ulama ushul biasa menggunakan kata ‘ashl’ untuk beberapa makna di bawah ini:

1.Dalil

Kita ambil sebuah contoh, pernyataan: “asal masalah ini adalah ijma’’ adalah berarti “dalil masalah ini adalah ijma’”. Jadi, ushul fiqh dengan makna ini berarti: dalil-dalil fiqh, sebab fiqh dibangun berdasarkan dalil-dalil rasional.

2.Rujukan

Kita ambil sebuah contoh, pernyataan: “asal dari ucapan itu adalah hakikatnya” adalah berarti “rujukan ucapan itu adalah kembali pada hakikat, bukan majas”. Pernyataan “asal qiyas adalah al Quran” adalah berarti “rujukan qiyas adalah al Quran”.

3.Kaidah

Pernyataan “kebolehan makan bangkai bagi orang yang terpaksa adalah pengecualian dari asal” adalah berarti “kebolehan makan bangkai bagi orang yang terpaksa adalah pengecualian dari kaidah umum”. Pernyataan “hukum asal dari fa’il adalah rofa’” adalah berarti (kaidah umum yang berlaku adalah fa’il dibaca rofa’) atau (fa’il harus dibaca rofa’ merupakan kaidah ilmu Nahwu).

4.Hukum Asal

Pernyataan “hukum asal adalah bebas dari tanggungan” berarti “yang dijadikan hukum asal adalah bebasnya seseorang dari sebuah tanggungan, selama tidak ada hal yang menetapkan tanggungan itu padanya.”

Secara etimologi, fiqh berarti: “mengerti atau paham”. Yang dimaksud mengerti bukanlah mutlak mengetahui, melainkan memahami secara mendalam, mendetail dan kontekstual, hal itu ditunjukkan dengan penggunaan kata ‘fiqh’ dalam al Qur’an, di antaranya surat Hud: 91, “Mereka (penduduk Madyan) berkata: hai Syu’aib, kami tidak terlalu mengerti tentang apa yang kamu katakan.” Dan surat An Nisa’: 78, “Maka mengapa orang-orang (munafik) itu hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?.”

Menurut terminologi ulama, fiqh adalah: diskursus tentang hukum-hukum syara’ perbuatan (amaliyah) yang ditetapkan berdasarkan dalil spesifik. Atau fiqh adalah hukum itu sendiri.

Penjelasan:
Ahkam yang merupakan bentuk plural dari hukm mempunyai arti “menetapkan sesuatu”, baik dalam bentuk kalimat negatif maupun positif. Contoh: “matahari terbit” atau “matahari tidak terbit” dan “air itu panas” atau “air itu tidak panas”.

Akan tetapi yang dimaksud dengan ahkam dalam ilmu ushul fiqh adalah: ketetapan yang berkaitan dengan perbuatan orang mukallaf, yakni wujub (wajib), nadb (sunnah), hurumah (haram), karahah (makruh), ibahah (mubah), shihhah (sah), fasad (rusak) atau buthlan (batal).

Tidak harus mencakup semua hukum syara’ untuk bisa disebut fiqh, tetapi cukup sebagiannya saja. Orang yang mengetahui fiqh disebut dengan faqih, selama dia memiliki kemampuan untuk melakukan istinbath.

Syara’: hukum-hukum itu harus bernuansa syara’, yakni diambil dari dalil syara’ (al Qur’an dan hadits) baik secara langsung maupun tidak. Dengan demikian, hukum yang tidak bernuansa syara’ tidak termasuk dalam hukum yang dimaksud oleh ilmu ushul fiqh seperti (1) hukum akal. Misalnya: keseluruhan itu lebih banyak dari sebagian, satu adalah separuh dari dua, alam adalah baru. (2) hukum inderawi, yakni hukum rasa. Misalnya: api panas. (3) trial (eksperimen). Misalnya: racun yang dapat membunuh. (4) hukum asas/dasar. Misalnya : kaana dan yang berlaku seperti kaana berfungsi me-rafa’-kan mubtada’ dan me-nashab-kan khabar.

Amaliyah: yakni berhubungan dengan perbuatan mukallaf, yakni shalat, jual-beli, tindak pidana dan hal-hal lain terkait ibadah dan mu’amalah. Oleh karena itu, sesuatu yang tidak berhubungan dengan perbuatan tidak termasuk dalam hukum yang dimaksud oleh ilmu ushul fiqh seperti (1) akidah atau kepercayaan. Misalnya: iman kepada Allah dan hari kiamat. (2) akhlak atau etika. Misalnya: keharusan jujur dan larangan dusta. Hal-hal di atas tidak dibahas dalam ilmu ushul fiqh, tetapi dibahas dalam ilmu tauhid/kalam dan ilmu akhlak/tashawuf.

Penetapan (muktasabah): yakni ditetapkan berdasarkan dalil spesifik dengan jalan penelitian (an-nadhr) dan pengambilan dalil (istidlal).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka ilmu Allah terhadap hukum, ilmu Rasulullah dan para penganutnya tidak dapat disebut dengan fiqh dan orangnya tidak dapat dipanggil ‘faqih’. Alasannya, ilmu Allah terhadap hukum dan dalil adalah sifat yang melekat pada dzat-Nya, ilmu Rasulullah didapat dari wahyu, bukan hasil penetapan, dan ilmu para penganut (mukallid) Rasul didapat dari taklid (ikut), bukan hasil penelitian atau ijtihad.

Dalil spesifik (tafsil): suatu dalil partikular (juz’i) yang membahas masalah khusus dan telah memiliki nash tersendiri. Contoh:

a)Firman Allah: “…diharamkan bagimu ibu-ibumu…” (An-Nisa’: 23). Ayat ini adalah dalil spesifik atau dalil partikular yang membahas masalah khusus, yakni menikahi ibu. Dan telah menunjukkan hukum yang spesifik pula, yakni haram menikahi ibu.

b)Firman Allah: “…janganlah kamu mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan…” (Al-Isra’: 32). Ayat ini adalah dalil particular (juz’i) dengan mengangkat masalah khusus, yakni zina. Hukumnya juga khusus, yakni haramnya zina.

c)Firman Allah: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka semua kekuatan yang kamu mampu dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang…” (Al-Anfal: 60). Adalah dalil partikular dengan masalah khusus, yakni menyiapkan kekuatan yang dimiliki pasukan. Hukumnya juga khusus, yakni wajibnya menyiapkan kekuatan yang dimiliki pasukan untuk menumpas musuh.

d)Sabda Nabi SAW: “Membunuh dengan sengaja harus diqishash”. Adalah dalil partikular dengan masalah khusus, yakni membunuh dengan sengaja. Hukumnya juga khusus, yakni qishash.

e)Ijma’ (konsensus) ulama tentang bagian 1/6 yang diperoleh nenek dari harta waris. Adalah dalil partikular dengan masalah khusus, yakni bagian waris nenek. Hukumnya khusus yakni wajib memberi nenek bagian 1/6 dari harta waris.

Contoh-contoh di atas itulah yang dimaksud dengan dalil spesifik (tafsili), dalil yang menunjukkan hukum suatu masalah. Dalil spesifik inilah yang menjadi objek pembahasan ahli fiqh sebagai sarana untuk mencari tahu hukum yang akan timbul darinya dengan menggunakan kaidah-kaidah pencetusan hukum dan metode pengambilan dalil yang terdapat dalam ilmu ushul fiqh. Ahli ushul fiqh (ushuliyyun) tidak membahas dalil spesifik ini, tetapi membahas dalil umum (ijmal) atau dalil universal untuk menemukan hukum-hukum universal pula yang pada akhirnya untuk meletakkan suatu kaidah yang dapat digunakan oleh ahli fiqh untuk menerapkan dalil-dalil spesifik/partikular yang bertujuan untuk mengetahui hukum syar’i.

5. Definisi Ushul Fiqh Secara Terminologi
Sebagai sebutan dari sebuah ilmu, ushul fiqh adalah: sebuah ilmu tentang kaidah dan dalil-dalil umum yang digunakan untuk mencetuskan hukum fiqh sesuai cakupan kaidah dan dalil itu.

Kaidah adalah: diskursus umum yang mencakup hukum partikular (juz’i), dengan kaidah inilah hukum juz’I dapat diketahui .

Kaidah “Al-Amru yufid al-wujub illa idza sharafathu qarinatuh ‘an dzalik” (Amar (perintah) menunjukkan wajib, kecuali jika ada indikasi yang dapat memalingkannya dari wajib). Kaidah ini mencakup semua nash partikular. Seperti firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, tepatilah janji-janjimu…” (Al Maidah: 1) dan “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah pada Rasul…” (An Nur: 59) semua kata yang menunjukkan amar (perintah) masuk dalam kategori kaidah di atas. Dengan kata amar itulah hukum wajib dalam ayat-ayat itu dapat diketahui. Seperti wajibnya menepati

janji, wajibnya shalat, menunaikan zakat dan taat pada Rasul.
Contoh kaidah: “Nahi (larangan) menunjukkan haram, kecuali jika ada indikasi yang dapat memalingkannya dari haram”. Kaidah ini mencakup semua nash yang nenujukkan kata nahi (larangan), dengan kata nahi itulah hukum haram dalam nash-nash itu dapat diketahui. Seperti firman Allah SWT, “…dan janganlah kamu mendekati zina…” (Al Isra’: 32) dan firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan cara batil.”
Read More

Taubat dan Nadam - Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki 2 Comments

Kaitan Taubat dan Nadam

Taubat dan nadam adalah dua kata yang berkaitan artinya, sebab lazimnya orang yang bertaubat sesudah penyesalan, nadam artinya penyesalan. Taubat dan nadam terhadap kesalahan merupakan unsur penyebab yang dapat meringankan hukuman dan tiadanya penyesalan merupakan hal yang dapat memperberat hukuman. Demikian antara lain sebagian dan isi mukadimah yang dibacakan hakim sewaktu menjatuhkan hukuman dalam perkara pidana. Demikian pula, sebelum dijatuhkan hukuman Allah, menyatakan taubat dalam arti yang sebenarnya dan diikuti penyesalan dapat menghapuskan hukum sama sekali. Firman Allah SWT dalam surat Attahrim ayat 8 yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (Taubatan Nasuha) , mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-keasalahan dan memasukan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai".

Berdasarkan ayat tersebut maka taubat yang diterima Allah SWT adalah taubat yang sungguh-sungguh (Taubat Nasuha) yakni sesudah bertaubat itu tidakkembali melakukan kejahatan serupa.

Taubat Yang Sebenarnya

Taubat yang sebenarnya adalah sebagaimana yang disebut dalam firman Allah SWT :
dalam suarat AnNisa : ayat 17-18 : yang artinya : " Sesungguhnnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka barulah ia mengatakan : sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang merea di dalam kekafiran bagi orang-orang itu ialah kami sediakan siksa yang pedih". ( Al-Nisa : 17-18)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa taubat yang diterima adalah bertaubat dari dosa yang tidak diketahui bahwa perbuatan itu adalah perbuatan dosa dan taubat tersebut dilakukan dengan segera sesudah dia tahu bahwa perbuatan itu dosa. Taubat yang dilakukan menjelang ajal tidak diterima Allah. Wallahu A'lam

Read More

Syukur Kepada Allah - Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki

Syukur

Syukur ialah berterima kasih atas segala nikmat, rahmat serta hidayah Allah SWT. Rahmat dan hidayah Allah tiada terhingga banyaknya. Syukur itu ada tiga tahap, pertama menerima denga gembira, kedua menyatakan kegembiraan itu dengan ucapan dan ketiga memelihara pemberian tersebut. Syukur itu juga berarti mempergunakan yang ada dan yang diterima menurut keperluannya. Adapun nikmat Allah yang paling besar ialah Islam, karena dengan rahmat Islam itu seseorang diantarkan kepada kebagiaan akhirat.

Kufur

Lawan dari syukur adalah kufur, yang berarti tidak mau berterima kasih kepada Allah atas segala pemberianNya.

Firman Allah : Yang artinya : " Daningatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklimkan " Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih. ( Ibrahim : 7)

Read More

Berharap kepada Allah - Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki
Suatu kenyataan bahwa setiap orang dalam perjalanan hidupnya selalu berusaha untuk mewujudkan hal-hal baik atau kebahagiaan untuk dirinya dan keluarganya. Namun manusia tidak mampu untuk mewujudkan bagaimana seharusnya, yang sering terjadi adalah bagaimana adanya. Manusia sebagi khalifah di dunia memang diberi akal. Dengan menggunkan akalnya ia memahami rahasia alam untuk kebahagiaan manusia itu sendiri, akan tetapi akal manusia terbatas, artinya kemampuan manusia itu dibatasi oleh kekuasaan Allah Yang Maha Agung. Manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia ini pasti akan mengalami rintangan rintangan dan hambatan-hambatan yang manusia itu sendiri tidak mengetahuinya sebelumya. Dengan mengakui kebesaran Allah ia akan selalu mengahrap pertolonga atau petunjuk dari pada_Nya. Dalam surat Al Fatihah ayat 5-7 dinyatakan :

Artinya " Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepad Engkaulah kami mohopertolongan . Tunjukan kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yangtelah engkau anugerahkan nikmat kepada mereka : bukanjalan mereka yang dimurkai dan bukan pula mereka yang sesat. "

Dari ayat tersebut di atas dapat diambil kesimpulan walaupun manusia itu memiliki kelebihan- kelebihan. ia harus tetap bersikap mengharap pertolongan atau petunjuk Allah SWT. Apalagi orang yang merasa banyak kelemahan, ia dilarang berputus asa terhadap rahmat-Nya, walupun orang itu telah menyadari bahwa dirinya penuh dosa dan banyak kesalahan.

" " Katakanlah : Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa=dosa semuanya, sesungguhnya Dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Zumar : 53).

Puncak sikap berharap kepada rahmat dan kasih sayang Allah adalah berbaik sangka kepadaNya, apalagi kalu sedang menghadapi sakaratul maut. Berbaik sangka kepada Allah SWT, berarti menganggap Allah SWT sayang kepada kita. Rasulullah bersabda : Artinya " Janganlah seorang pun diantara kamu mati. kecuali dalam keadaan baik sangka kepada Allah Azza Wa jalla. (HR Muslim).

Read More

Masalah Zakat: Pengertian, Syarat, Macam dan Sasaran

Diposkan oleh Islam Wiki

Pengertian Zakat

Zakat secara bahasa berasal dari kata masdar zaka yang berarti, tumbuh, bersih, berkah, baik. Sedangkan menurut istilah adalah sejumlah harta tertentu yang wajib diserahkan kepada orang-orang yang berhak, dengan beberapa syarat.

Zakat merupakan salah satu rukun islam yang lima , zakat diwajibkan mulai tahun kedua Hijriyah.

Firman Allah:
Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapus kesalahan mereka “ (At Taubah 103).

Sabda Nabi :
“Islam ditegakkan di atas lima dasar (1) bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah (2) mendirikan shalat lima waktu ,(3) membayar zakat, (4) mengerjakan haji ke Baitullah (5) berpuasa pada bulan Ramadhan “ ( Sepakat Ahli hadist).

Syarat-syarat harta yang di zakati

1. Harta tersebut harus didapat dengan cara yang baik dan halal
2. Harta tersebut berkembang atau berpotensi untuk dikembangkan
3. Milik penuh
4. Harus mencapai satu Nisab
5. Sumber-sumber zakat tertentu harus memenuhi satu haul

Syarat orang wajib zakat
1. Muslim
2. Merdeka
3. Balgh, dan berakal



Macam-macam Zakat


1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah juga dinamakan dengan zakat badan. Orang yang dibebani untuk mengeluarkan zakat fitrah menurut empat imam madzhab adalah setiap orang islam yang kuat atau mampu, baik tua maupun muda. Maka bagi wali anak kecil dan orang gila wajib mengeluarkan hartanya serta memberikannya kepada orang fakir.

Jumlah yang harus dikeluarkan: para imam madzhab sepakat bahwa jumlah yang wajib dikeluarkan untuk setiap orang adalah satu sha’. Baik untuk gandum, kurma, beras maupun jagung, tergantung makanan pokok yang menjadi kebiasaan makanan.

Waktu wajib mengeluarkan zakat adalah: akhir bulan ramadhan dan awal bulan syawal. Awal hari raya sunnah. Dan setelah tenggelamnya matahari pada hari pertama syawal adalah diharamkan, kecuali jika ada udzur.

Orang yang berhak menerima zakat adalah:
Para ulama madzhab sepakat bahwa orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah golongan orang yang berhak menerima zakat secara umum.seperti dijelaskan dalam surat at taubah ayat 60. Diutamakan keluarga dekat dan tetangga dekat yang tidak mampu.

2. Zakat Mal

a. Emas dan Perak
nishab emas dan perak yang wajib dizakati adalah 93,6 gram dan zakatnya 2,5% sedangkan nishab perak adalah 624 gram dengan zakatnya 2,5 %.

Syarat bagi pemilik emas dan perak yang wajib dizakati
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Milik yang sempurna
  4. Sampai satu nisab
  5. Sampai satu tahun disimpan
Firman Allah Swt:
”Dan orang-orang yang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahka hartanya pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka, (Bahwa mereka akan mendapatkan) siksaan yang pedih” (AtTaubah 34).

b. Binatang ternak
Jenis binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi, kambing dan kerbau. Tentang nishab zakat ternak ini dapat dibaca di wikipedia

Syarat bagi pemilik binatang yang wajib zakat tersebut adalah:
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Milik yang sempurna
  4. Cukup satu nisab
  5. Sampai satu tahun lamanya
  6. Digembalakan di rumput yang mudah

c. Biji-bijian (makanan pokok)
Zakatnya 10 % jika tanaman tersebut disiram dengan aiar hujan atau tampa biaya sidang kan zakat apabila dengan biaya atau irigasi 5%. Nisab zakat dari makanan pokok ini adalah satu ton.

d. Zakat perniagaan

Nisabnya disamakan dengan perak dan zakatnya 2,5%.


Sasaran zakat

1. Fakir
Ialah mereka yang tidak menpunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya baik untuk diri sendiri ataupun yang menjadi tanggungannya.
2. Miskin
Ialah yang menpunyai harta atau penghasilan dalm memenuhi kebutuhan dan orang yang menjadi tanggungjawabnya, tetapi tidak sepenuhnya tercukupi.
3. Amil Zakat
4. Dalam memerdekakan budak belia
5. Orang yang berhutang
6. Golongan Mualaf
ialah orang yang diharapkan kecenderungan hatinya atau keyakinannya dapat bertambah terhadap islam,atau terhalang niat jahat mereka atas kaum muslimin, atau diharapkan akan adanya kemanfaatan mereka dalam membela dan menolong kaum muslim dari musuh.
7. Fisabillah
Para iman mazdhab empat bersepakat tentang sasaran ini:
Pertama, bahwa jihad itu seacara pasti termasuk dalam ruang lingkup fisabilillah.
Kedua, disyariatkan menyerahkan zakat kepada para mujahid.

8. Ibnu Sabil
Menurut jumhur ulama adalah kisan untuk musafir yaitu orang yang melintas dari suatu daerah ke daerah yang lainya.

Sumber-sumber zakat era kotemporer.

A. Zakat Profesi
Yaitu penghasilan yang atau pendapatan yang diusahakan dengan keahlian ,baik keahlian yang dilakukan secara sendiri atau secara bersama-sama. yang dilakukan secara sendiri contohnya adalah profesi dokter arsitek, ahli hukum, penjahit, dan pelukis. Yang dilakukan secara bersama-sama, misalnya pegawai pemerintahan.

Semua penghasilan melalui kegiatan professional, apabila telah mencapai satu nisab, maka wajib dikeluarkan zakatnya sesui dengan firman Allah dalam Surat Adz Dzaariat 19
“Dan pada harta harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian “.

Dalam menentukan nishab, kadar dalam dan waktu mengeluarkan zakat profesi yang pertama dengan menqiyaskan pada zakat perdagangan , maka nishab, kadar, dan dan waktu pengeluarkanya sama pula dengan zakat emas dan perak. Nishabnya senilai 85 gram emas dan kadarnya senilai2,5 % dan waktu pengeluaranya satu tahun sekali setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Contoh: Jika Si A berpenghasilan Rp 5.000.000 dan kebutuhan pokoknya sebesar Rp3.000.000 maka besarnya zakat yang dikeluarkan adalah 2,50% x12xRp 2000.000 atau sebesar Rp 600.000 pertahun / Rp 50.000 perbulan.

Kedua jika dianologikan pada zakat pertanian, maka nishabnya senilai 635 kg padi atau gandum, kadar yakat nya sebesar lima persen dan dikeluarkan setiap mendapoatkan gaji atau penghasilan . dalam contoh kasus diatas maka kewajiban zakat si A adalah sebesar 5% x 12x Rp 2.000.000 atau sebesar Rp 1.200.000 pertahun atau 100.000 perbulan.

Ketiga jika diaanoligikan dengan pada rikaz maka zakatnya sebesar 20% tampa ada nishab dan dikeluarkan pada saat menerimanya . paa contoh diatas maka Si A menpunyai kewajiban berzakat sebesar 20%x Rp 5.000.000 atau sebesar Rp 1.000.000 .


B.Zakat Perusahan
Landasan yang dipakai untuk yang dipakai landasan yang bersifat umum Al Baqorah 267 dan At Taubat 103.

Pola penghitungan zakat perusahaan didasarkan pada laporan keunggan dengan mengurangkan kewajiban atas active lancar atau seluruh harta, ditambah keutungan dikurangi pembayaran utang dan kewajiban lainya, lalu dikeluarkan 2,5 persen sebagai zakatnya. Sementara pendapat lain menyatakan yang wajib di zakati hanya keuntuinganya saja.

C. Zakat Surat-Surat Berharga

1. Zakat Saham
Yusuf Qordowi mengemukaan dua pendapat yang berkaitan dengan kewajiban zakat pada saham tersebut pertama , jika perusahaan itu merupakan perusahaan industri murni, artinya tidak melakukan perdagangan. Maka saham tidak wajib dizakati, misalnya; Hotel, biro perjalanan dan angkutan.

Kedua jika perusahaan itu merupakan perusahaan dagang murni yang menbeli dan menjual barang tanpa melakukan kegiatan pengelolaan, maka saham-sahamnya wajib dizakati.
Zakat saham dainologikan dengan zakat perdangan, baik nishabnya maupun kadarnya yaitu nisab sebesar 85 gram dan kadarnya 2,5%.

2. Zakat Obligasi
Obligasi adalah perjanjian tertulis dari bank atau perusahaan atau pemerintah kepada pemegangnya untuk melunasi sejumlah pinjaman dalam masa tertentu dengan bunga tertentu pula . Obligasi adalah bunga bank yang dikatagorikan riba dan hukumnya haram, meskipun demikian sebagian para ulama mengharamkan bunga bank tetapi tetap mengatagorikan bahwa obligasi adalah obyek atau sumber perekonomian modern

D. Zakat Perdagangan Mata Uang
Adalah perusahan yang bergerak dibidang pertukaran mata uang asing atau yang disebut dengan Money changer.

Adapun mengenai zakatnya, dianologoikan dengan zakat perdagangan, baik nishab, atau waktu maupun kadarnya . Nishabnya adalah senilai 85 gram emas dengan kadar sebesar 2,5 %di keluarkan satu tahun sekali

F. Zakat Hewan Ternak Yang Diperdagangkan
Salah satu persyaratan utama dalam zakat perternakan adalam as Saum yaitu bahwasanya ternak-ternak itu mencari rumput selama satu tahun, pada zaman sekarang ini peternkqn zaman sekarang tidak memenuhi persyaratan as sum tetapi dipelihara, di tempatkan pada tempat tertentu, diberikan rumput.

Maka jika demikian jika peternakan tersebut dimaksudkan untuk komoditas perdagangan, maka zakatnya termasuk dalam zakat perdanggan. Nishabya senilai 85 grama emas, dan kadarnya sebesar 2,5 %, dikeluarkan setiap satu tahun sekali.

Sedangjan zakat perikanan, dapat dianologikan apada perdanggan atau pertanian. Jika dianaologikan pada zakat pertanian, maka zakatnya dikeluarkan setiap kali mememanen.

G. Zakat Madu Dan Produk Hewani
Dalam menetapkan kewajiban terhadap madu pendapat para ulama terbagi menjadi dua kelompok yng pertama tidak termasuk obyek zakat dengan alasan pertama, tidak tidak ada hadist atau Ijma Ulama yang menetapkan kewajibanya, kedua bahwasanya madu adalah cairan yang keluar dari hewan yang menyerupai susu, sementara itu susu menurut ijma’ ulama tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

Kelompok kedua yang antara lain Abu hanifah ; termasuk dalam obyek zakat.

Zakat madu dianaoligika dengan zakat pertanain, maka nishabnya senilai 635 kg gandum sedang persentese zakat 10 % dan dapat pula dengan menanoligikan dengan zakat perdangan maka nishabya 85 gram dan presentase 2,5 % dikeluarkan satu tahun sekali.

H. Zakat Asuransi Syariah
Perusahaan asuransi syariah wajib dikeluarkn zakatnya setiap satu tahun sekali sebesar 2,5% dari total asetnya yang dimelikinya setelah diperhitungkan laba ruginya . Demikian nasabahnya atau ahli waris yang menerima klaim asuransinya, pada saat meneriamanya, ia wajib mengeluarkan zakatnya 2,5% dari seluruh klaim yang diterimanya. Jika jumlahnya mencapai lebih atau sama dengan senilai 85 gram emas.


I. Zakat Usaha Tanaman Anggrek, sarang Burung Lawet Dan sektor modern lainya
Zakat barang –barang seeperti ini dapat dianaologikan dengan zakat pertanian karena termasuk karena hasilnya bersifat musiman.

J. Zakat Sektor Rumah Tanggas Modern
Aksesoris rumh tanga tangga yang mewah wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 % setiap tahunnya.


Referensi:
1.At Taremy, Sayyid Ahmad bin Umar As Satary Al ‘Alawy Al Hasany, Al Yaaquutu An Nafis fi Madhabi Ibnu Idris, Surabaya, Maktabah Al Hidayah.
2. Rasyid, H.Sulaiman, Figh Islam,Bandung, Sinar Baru AlGasindo, 2005.
3.Qardowy,Yusuf, Fiqh zakat.
Read More

Haji dan Umrah: Pengertian, Rukun dan Syarat

Diposkan oleh Islam Wiki

Haji dan Umrah

Pengertian Haji dan Umrah

Haji menurut bahasa adalah menyengaja. Dan menurut istilah menyengaja pergi ke Baitullah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat yang tertentu.
Umrah menurut bahasa adalah menziarahi suatu tempat sedangkan menurut istilah adalah menyengaja mengunjugi Baitullah untuk melakukan beberapa amal ibadah yang tertentu.

Baca juga tentang Proses lengkap Ibadah Haji (8-12 Zdulhijjha)

Syarat wajib Haji dan Umrah


  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Orang yang merdeka
  5. Mampu( tidak wajib bagi orang yang tidak mampu. Mampu disini dapat diartikan mampu mengerjakan haji dengan sendiri yang meliputi menpunyai bekal yang cukup, ada kendaraan yang dipakai, aman perjalanannya, dan bagi perempuan hendaklah bersama Mahramnya )

Rukun-rukun Haji

1. Ihram (mengenakan pakaian ihram dan berniat untuk mengerjakan haji dari miqat)
2. Wukuf di Arafah, pada waktu yang ditentukan, yaitu waktu tergilincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijah sampai terbit fajar 10 Dzulhijah.
3. Thowaf (berkeliling Ka’bah).Sebagaimana firman Allah:”Dan hendaklah melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)” (QS.Al Hajj 29)

Syarat-syarat Thowaf


  • Menutup aurat, Sabda Nabi:“Janganlah kamu thawaf ( mengelilingi Ka’bah) dengan telanjang “(HR Bukhori dan Muslim ).
  • Suci dari hadas dan najis
  • Ka’bah hendaklah disebelah kiri
  • Permulaan tawaf itu hendaknya disebelah kiri
  • Tawaf hendaknya tujuh kali -”Dari Jabir, bahwasanya Nabi takkala sampai di Makkah, beliau mendekat Ke Hajar Aswad, kemudian beliau menyapunya, kemudian berjalan kesebelah kanan beliau; berjalan cepat tiga keliling, dan berjalan biasa empat kali keliling ” (HR Nasai dan Muslim)
  • Tawaf hendaknya dalam Masjid.
4. Sa’i (berlari-lari kecil di antar bukit Marwah dan Safa)
Dari Safiyah binti Syaibah, Bahwah seorang perempuan telah mengabarkan kepadanya (Safiyah ) bahwa dia telah mendengar Nabi bersabda diantar bukit Safa dan Marwah,” telah diwajibkan atas kamu Sa’i . Maka hendaklah kamu kerjakan ( HR Ahmad )

Syarat-syarat sa’i

  • Hendaklah dimulai dari bukit Safa dan Marwah
  • Hendaklah sai tujuh kali karena Rasulullah telah sai tujuh kali
  • Waktu sa’i sesudah tawaf
5. Tahalul (Mencukur atau mengunting rambut)
6. Menertibkan rukun-rukun

Rukun Umrah

Rukun-rukun umrah sama dengan rukun haji kecuali wukuf
Beberapa wajib haji

  1. ihram dari Miqat (Tempat yang ditentukan dan masa tertentu ) -”Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi ( QS Al Baqorah 194)
  2. berhenti di muzdalifah
  3. Melempar jumraltul ’Aqabah
  4. berhenti di Mina pada Malam tasryik
  5. menjauhkan diri dari larangan haji

Beberapa wajib Umrah
1. Ihram dari Miqat
2. Menjauhi diri apa-apa yang diharamkan umrah

Larangan bagi orang ihram
1. menutup kepala bagi lelaki
2. Menutup wajah dan kedua telapak tangan bagi wanita
3. Berpakaian berjahit
4. Menyisir Rambut
5. Mencukur atau memotong rambut dan kuku
6. memakai wewangian
7. berkumpul, akad nikah
8. membunuh binatang buruan

Baca pula posting lain mengenai bagaimana prosesi ibadah haji itu Dan juga Buku panduan Haji dan Umrah

Referensi
1.Asyur,Isa Ahmad , Fiqih Islam Praktis Bab: ibadah (terjemahan ),Solo, CV Pustaka Mantik 1995
2.At Taremy, Sayyid Ahmad bin Umar As Satary Al ‘Alawy Al Hasany, Al Yaaquutu An Nafis fi Madhabi Ibnu Idris, Surabaya, Maktabah Al Hidayah
3. Rasyid, H.Sulaiman, Figh Islam,Bandung, Sinar Baru AlGasindo, 2005
Read More

Takut Kepada Allah - Akhlak Terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki
Rasa takut kepada Allah merupakan suatu kekuatan bantu terhdap suara hati yang juga membisikan kebenaran. Memang ada orang yang berakhlak mulia berdasarkan suara hati dan rasa perikemanusiaan. Ada juga yang berakhlak mulia karena mempercayai adanya hukum karma atau huku sebab akibat. Akan tetapi bagi orang yang beriman kepada Allah selian rasa perikemanusiaan, suara hati dan kepercayaan adanya hukum yang mendorongnya untuk berkhlak mulia, maka iman dan takwanya akan lebih mendorongnya dan memantapannya untuk berakhlak mulia. Mengapa kita harus takut kepada Allah? Bukankah Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ynag mendorong kita untuk takut kepada Allah:

1. Mengetahui adzab Allah yang sangat pedih. Orang yang tidak mengetahui bahwa azab Allah itu sangat pedih tentu tentu akan melalaikan perintah-perintahNya danmelanggar larangan-laranganNya.

2. Mengetahui keagungan Allah. Manusia semakin mengetahui rahasia keagungan Allah semakin tebal rasa takut kepadaNya dan sebaliknya semakin tidak tahu rahasia keagungan Allah semakin tipis pula rasa takut kepadaNya. Oleh karenanya setiap mukmin diwajibkan untuk menuntut ilmu karena dengn ilmu maka akan semakin mengetahui rahasia keagungan-Nya.

Read More

Cinta Kepada Allah - akhlak terpuji

Diposkan oleh Islam Wiki

Cinta itu digolongkan menjadi dua bagian :

1 Cinta hawa nafsu : cinta harga, cinta nama, dan cinta kepada wanita.
2. Cinta fitrah : Cinta kepada ibu bapak, cinta kepada anak, dan cinta kepada Rasulullah serta cinta kepada Allah. Cinta hawa nafsu memerlukan pemuasan dan balasan, tetapi cinta fitrah meminta bukti dan pengorbanan. Cintailah Allah melebihi kecintaan kepada ibu bapak, anak dan harta benda. Cinta kepada Allah berarti taat kepada-Nya taat kepada Rasul-Nya dan hormat serta patuh kepada segala ajaranNya. Menjauhkan diri dari perasaan buruk sangka kepada Allah SWT baik dalam keadaan suka maupun duka. Selalu memohon perlindungan dan mengharapkan bantuanNya.


Read More

Sifat-Sifat Tercela

Diposkan oleh Islam Wiki 3 Comments

Sifat-Sifat Tercela

a. Iri

Iri artinya sifat dan sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang lain yang memperoleh kenikmatan. Iri dapat pula menjelma menjadi dengki, jika selain tidak senang, ia mengharapkan agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu pindah ke tangannya atau hilang dari tangan orang lain. Dengan demikian orang yang iri dan dengki tidak senang orang lain mendapat kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan. Ia selalu berpikir mengapa semua itu tidak jatuh ke padanya. Sifat dan sikap demikian itu dalam Islam disebut dengan Hasad. Yaitu salah satu penyakit rohani yang tidak saja merugikan orang lain tetapi juga berbahaya bagi diri sendiri.

Orang yang terkena penyakit hasad hatinya selalu panas jika melihat orang lain mendapat kenikmatan, seperti tidak senang jika ada orang lain yang naik jabatan atau mendapat keuntungan dalam perdagangan dan lain sebagainya. Akibatnya ia membenci orang tersebut, bahkan tidak segan-segan untuk mencelakakan orang tersebut dan menghasut orang lain agar benci pula kepadanya. Amal kebaikannya akan tertutup oleh sifat buruknya itu, bahkan dalam kehidupannya akan tersingkir dari pergaulan.

" Hasad itu dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar " ( HR Ibnu Majah)

b. Sombong

Sombong ialah sifat dan sikap merasa diri lebih (super) dari orang lain. Seperti merasa lebih pandai, lebih tinggi jabatannya lebih banyak hartanya dan lainnya. Akibatnya orang yang sombong suka meremehkan orang lain. Sifat demikian akan menimbulkan berbagai macam sifat yang lain yang lebih buruk seperti iri, dengki dan bahkan menghasut dan memfitnah orang lain. Orang yang sombong biasanya tidak menerima saran dan kritik dari orang lain dan juga nasihat orang lain sekalipun hal tersebut bermanfaat bagi dirinya.
" Kesombongan itu menolak kebenaran dan merendahan sesama manusia " (Al hadist)

c. Tamak

Tamak adalah Sikap dan sifat untuk mendapatkan harta kekayaan yang sebanyak-banyaknya tanpa memandang apakah mendapatkannya dengan jalan yang benar (yang diridhoi Allah ) atau tidak. Karena itu orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pernah puas terhadap harta yang dimilikinya. Orang yang tamak hidupnya tidak tenang dan selalu gelisah karena merasa selalu kurang terhdap harta yang dimilikinya. Orang yang tamak adalah budaknya harta kekayaan.

" Dan sesungguhnya kamu akan mendapati mereka manusia yang paling laba kepada kehidupan (dunia), bahkan (lebih laba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur yang panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkan dari siksa. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan" (Al baqoroh 96)


Foundation of Islam
Read More

Musyrik - Akhlak Tercela

Diposkan oleh Islam Wiki
Musyrik artinya orang yang menyekutukan atau menyerikatkan Allah SWT dengan sesuatu baik dalam keyakinan maupun dalam ibadah.

Keimanan dan keyakinan terhadap Allah merupakan faktor terpenting untuk menentukan, apakah seseorang tergoong orang yang beriman dengan sebenarnya atau tidak. Agama Islam telah menentukan bahwa yang dijadikan tempat memohon pertolongan dan memohon ampun hannyalah Allah, tetapi terkadang manusia dengan tanpa dsadari telah mengubah hal tersebut kepada yang lain, yaitu memohon pertolongan kepada selainnya, seperti kepada benda mati maupun benda hidup. Bahan yang sering terjadi adalah memohon pertolongan ketepada orangyang telah meninggal.

Dalam sejarah masyarakat arab pada masa jahiliyah atau sebelum Islam diturunkan, Masyarkat meminta pertolongan kepada berhala-berhala yang dibuatnya sendiri yang terbuat dari batu. Berhala dianggap memiliki kekuatn yang luar biasa, sehingga setipa saat mereka mendatangi berhala tersebut untuk meminta pertolongan , memohon ampun dan lainnya. Setelah Islam diturunkan, maka perbuatan seperti itu dihilangkan,karena yang patut untuk di mintai pertolongan, yang diyakini memiliki kekuatan Maha Luar Biasa hanyalah Tuhan semesta Alam Allah SWT dan orang yang mengakui adanya Allah SWT tetapi masih meminta pertolongan kepada selainNya maka dianggap musyrik (menyekutukan Allah : Manusia sebagai makhluk Allah meminta ampun dan memohon pertolongan(berdoa) kepada SelainNya)/

Islam melarang perbuatan Syirik

" Dan mereka menyembah selain Allah apa yangtidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syetan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya" (Al Furqon : 55)

" Wahai anakku Janganlah kamu menyekutukan Allah, Sesungguhnya syirik adalah sungguh kedzaliman yang besar" (Luqman : 13)
" Sesungguya Allah tidak mengampuni dosa Syirik dan mengampuni dosa selain syirik bag siapa yang dikehendakiNya." ( An Nisaa 48)

Rasulullah sangat melarang umatnya meminta sesuatu keperluan hidupnya kepada tukang tenung, dukun-dukun atau peramal untuk menentukan nasibnya.

" Dari Wailah bin Asqo' ra berkata: aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda : Barang siapa datang kepada tukang tenung (ramal), lalu menanyakan tentang sesuatu yang gaib, maka tertutuplah pintu taubat baginya selama empat puluh malam. kalau ia percaya kepadanya maka kafirlah ia " (HR Thabrani).

Read More

Fikih Bab Puasa: Rukun Syarat dan Macamnya

Diposkan oleh Islam Wiki

Pengertian Puasa

Puasa secara bahasa adalah menahan sedangkan menurut istilah adalah menahan dari yang membatalkan atas sesuatu yang tertentu.

Firman Allah :
” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) pada hari-hari tertentu ” (AL Baqarah 183-184)

Sabda Nabi :
”Islam ditegak atas lima dasar (1) bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah (2) Mendirikan salat lima waktu (3) membayar Zakat (5) mengerjakan haji Ke Baitullah (5) Berpuasa pada bulan Ramadhan.

Hukum puasa

  1. Wajib: puasa wajib adalah puasa Ramadhan setip tahun, puasa nadhar, puas kafarat
  2. Sunat : seperti puasa ’arafah Puasa hari senin dan kamis dan yang lainya
  3. Makruh : puasa hari Tasrik
  4. Haram : adalah puasa-puasa yang diharamkan

Syarat wajib puasa

  1. Berakal, tidak wajib bagi orang yang gila.
  2. Baligh, tidak wajib bagi anak kecil. Sabda Nabi : diangkat pena pada tiga orang, pertama orang yang tidur sampai bangun, orang yang gila sampai sehat , anak kecil sampai bermimpi(baligh) (HR Abu Daud An Nasai).
  3. berkemampuan, maka tidak wajib bagi orang tidak mampu, karena tidak mampu atau sakit.

Syarat Syahnya Puasa

  1. Islam
  2. Tamzis
  3. Bersih dari Haid dan nifas
  4. Watu yang ditentukan untuk puasa

Rukun puasa

  1. Niat Pada malam hari untuk puasa ramadhan
  2. Sabda Nabi Saw : Barang siapa tidak berniat puasa sebelum Fajar maka tiada puasa baginya (HR. Komsah)
  3. menahan dari segala yang menbatalkan yaitu dari sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari

Sunah puasa

  1. Menyegerakan berbuka ketika sudah jelas terbenamnya Matahari
  2. Sabda nabi Saw senantiasa manusia dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berpuasa
  3. Berbuka dengan buah yang manis ,jika tidakada dengan kurma dan air seperti Nabi Saw yang berbuka dengan buah biji yang manis sebelum shalat jika tidak ada maka dengan kurma jika tidak ada maka Nabi menyukupi dengan Air maka sesunguhnya air lebih menyegarkan
  4. Berdoa ketiak berbuka. Sabda Nabi Saw : Dari Ibnu Umar, Rasulullah Saw apabila berbuka puas, beliu berdoa : ”Ya Allah , karena Engkau saya berpuasa, dan dengan rezeki pemberian Enkau saya berbuka, dahaga telah lenyap dan urat-urat telah minum , serta pahal telah tetap bila Allah Swt, menghendaki (HR Bukhari da Muslim )
  5. Mengakhirkan sahur Sabda Nabi : Dari Abu Zar ”Rasululaah telah berkata ’Senantiasa umatku dalam kebaikan selam mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakam berbuka (HR Ahmad )

Keutamaan beramal dalam bulan ramadhan

  1. Hendaklah menberikan makanan pada orang lain . Sabda Nabi : ”barang siapa menberikan makana untuk berbuka puasa untuk orang yang berpuasa , maka ia mendapatkan ganjaran sebanyak ganjaran orang yang berpuasa itu, tidak kurang sedikitpun (HR Tirmizi)
  2. Hendaklah memperbayak sedekah dibulan ramadhan. Sabda Nabi: DariAnas ”Ditanyakan orang Kepada Rasulullah, Kapankah sedekah yang lebih baik ?”Jawab Rasulullah ”sedekah yang paling baik ialah pada bulan Ramadhan ( HR Tirmizi)
  3. Hendaklah menperbanyak i'tikaf biasanya pada sepuluh hari yang terakhir
  4. Memperbanyak menbaca al Qur’an

Yang membatalkan puasa

  1. Makan dan minum dengan sengaja, Jika makan karena lupa maka tidak batal puasa. Firman Allah Swt : ” Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benag hitam , yaitu fajar(AL Baaqorah). Sabda Nabi Saw: ”Barang siapa yang lupa , sedangkan ia dalam keadaan puasa, kemudia ia makan dan minum, maka hendaklah puasanya di sempurnakan , karena sesunguhnya Allah lah yang menberikan makan dan minum (HR Bukhori dan Muslim)
  2. Muntah dengan sengaja, Sabda Nabi : Dari Abu Hurairah , Rasulullah telah bersabda ” Barang siapa terpaksa muntah , tidak wajib mengqoda’ puasa: dan barang siapa mengusahakan Muntah, maka hendaklah ia mengqoda puasanya (HR Abu Daud,Termizi, dan Ibnu Hibban )
  3. Bersetubuh. Firman Allah : ”Dihallalkan bagi Kamu pada malam hari pada bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu (AL Baqorah 187)
  4. Keluar darah Haud atau Nifas
  5. Gila, Jika gila datang pada siang hari , batallah puasa
  6. keluar mani dengan sengaja

Orang yang boleh berbuka puasa

  1. Orang yang sakit apabila tidak mampu berpuasa, atau apabila berpuasa sakitnya akan bertambah parah atau akan menghambat kesembuhanya , Maka boleh berbuka , dan ia wajib untuk menggantinya.
  2. Orang yang berperjalan jauh, boleh berbuka , akan tetapi wajib mengganti. Firman Allah : Barang siapa sakit atua dalam perjalan (lalu ia berbuka ), maka (wajiblah baginya (berpusa), sebanyak hari yang ditingalkan itu,pada hari-hari yng lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dam tidakmenghendaki kesukaran bagimu (Al-Baqorah 185 )
  3. Orang tau yang sudah lemah, tidak kuat berpuasa karena tuanya , atau karena lemah fisiknya, mereka boleh berpuka dengan dan ia wajib menbayar fidyah. Firman Allah : ” Dan wajib bagi orang-arang yang berat menjalankanya (jika mereka tidak berpuasa) menbayar fidyah, (yaitu) menberikan makanan seorang miskin (Al Baqarah 184 )
  4. orang yag hamil dan orang yang menyusui. sabda Nabi : Dari Anas Rasulullah telah berkata ,”sesungguhnya Allah telah memaafkan setengah salat bagi musafir, dan memaafkan pula puasanya, dan ia menberikan (kemurahan) kepada wanita yang sedang hamil dan sedang menyusui (HR Lima orang ahli hadist)

Puasa sunah

  1. Puasa lima hari dalam bulan Syawal,sebagaimana Sabda Nabi: Dari Abu Ayyub Rasulullah telah berkata :”Barang siapa puasa pada bulan Ramadhan , kemudian ia berpuasa enam hri pada bulan syawal, adalah puasa sepanjang masa (HR Muslam).
  2. Puasa Hari Arafah ( tanggal 9 Dzulhijah), kecuali bagi orang yang sedang melaksakan ibadah haji , Sebagaimana sabda Nabi : Dari Abu Qutadah .Nabi telah bersabda, Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahu : ssatu tahun yang lau dan satu tahun yang akan datang ( HR Musalim ).
  3. Puasa hari ’Asyura ( tanggal 10 Muharam ). Dari Abu Qatadah ”Nabi bersabda : Puasa hari ’Asyura menhapus dosa satu tahun yang lalu ( HR Ahmada dan Ibnu Majah )
  4. Puasa bulan Sya’ban. Kata Aisyah ”Saya tidak melihat Rasulullah , menyempurnakan satu bulan penuh selain dalam puasa Ramadhan, dan saya tidak melihat beliu dalam bulan-bulan lain puasa lebih banyak dari pada bulan Sya’ban ( HR Bukhori dan Muslim).
  5. Puasa Hari Senin dan Kamis. Dari Aisyah, Nabi Besar Saw . memeilih waktu puasa hari Senin dan Kamis (HR Bukhori).
  6. Puasa tengah bulan ( tanggal 13.14,15). Dari Abu Zaar. Rasulullah Saw telah berkata ” Abu Zarr apabila engkau hendak berpuasa dalam satu bulan hendaklah engkau bepuasa tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas ” ( HR Ahmad dan Nasai ).

Puasa-puasa yang dilarang

  1. Larangan untuk berpuasa pada dua hari raya , Hari Raya Idhul Adha dan Idul Fitri, Sesungguhnya Rasulullah Saw Melarang puasa pada dua hari Raya , Yaitu Hari Idhul Adha dan Idul Fitri (HR Muslim).
  2. Larangan puasa pada hari Tasryik . Sesunguhnya Rasulullah mengutus orang memberi berita gembira agar tidak puasa pada hari-hari ini, sesunguhnya itu hari-hari makan, minum dan silahturahmi ( HR Tabrani ).
  3. Menyambung puasa, sebagaimana Sabda Nabi : ”Jauhilah kamu sekalian dari menyambung puasa, jauhilah, jauhilah, jauhilah ” (HR Buhori dan Muslim).
  4. Puasa Hari Jum’at sendirian,sebagaimana sabda Nabi : Janganlah kamu berpuasa hari Jum’at kecuali sebelumnya dan sesudahnya ( HR Buhori dan Muslim).
Read More

Shalat Mutlak

Diposkan oleh Islam Wiki

Salat mutlak

Salat mutlak artinya salat sunat yang tidak ditentukan waktunya dan tidak di tentukan sebabnya. Jumlah rakaatnya tidak ada batasnya, berapa saja, dua rakaat atau lebih. Caranya seperti salat yang lainya
Sabda Nabi :

”Salat itu adalah suatu pekerjaan yang terbaik, banyak maupun sedikit ” (HR. Ibnu Majah)
Read More

Shalat Tahiyatul Masjid dan Shalat dhuha

Diposkan oleh Islam Wiki

Salat Tahiyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan apabila seorang muslim masuk ke masjid, tidak duduk dahulu melainkan langsung shalat dua rakaat, seperti sabda Nabi Saw: ”Apabila salah seorang di antara kamu masuk masjid , maka janganlah duduk sebelum salat dua rakaat dahulu (HR. Bukhari da Muslim).

Shalat dhuha’

Shalat dhuha’ adalah salat yang dilaksanakan pada waktu dhuha ( waktu matahari setingi tombak sampai tergelincir matahari ), dua rakaat atau lebih Dari abu Hurairah. ia berkata ”(Kekasihku (Rasulullah) telah berpesan kepadaku tiga macam pesan (1) Puasa tiga hari setiap bulan (2)Salat dhuha dua rakaat (3) salat witir sebelum tidur. (HR Bukhori dan Muslim)
Read More

Shalat kusuf dan Khusuf

Diposkan oleh Islam Wiki

Shalat Gerhana Bulan Dan Gerhana Matahari (Kusuf dan Khusuf)

Kusuf dan khusuf adalah satu macam, dan semuanya adalah gerhana, dan pendapat yang paling mashur menkhususkan kusuf untuk gerhana matahari, Khusuf diperuntukkan untuk gerhana matahari, hukum shalat gerhana adalah sunat istimewa, boleh berjamaah dan boleh tidak, tata caranya :

Tata Cara Shalat Kusuf Khusuf

  1. Sekurang-kurangnya dua raka’at sebagaimana shalat yang lainnya.
  2. Hendaknya takbir dengan niat shalat gerhana, kemudian membaca fatehah, rukuk, berdiri kembali ,dan membaca fatehah, kemudia rukuk satu kali lagi i’tidal, sujud dua kali, ini terhitung satu rakaat. Kemudian dilanjutkan seperti satu rakaat sepeti rakaat yang pertama. Jadi, salat gerhana ini dua rakaat denagan empat kali rukuk, empat kali berdiri dan menbaca fatehah , dan empat kali sujud
Cara yang ketiga adalah seperti yang kedua, hanya berdirinya agak lama dengan menbaca surat yang panjang ,dan rukuk yang ama pula. Bacaan salat gerhana ialah dengan bacaan yang keras, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari. Sesudah salat gerhana selesai disunatkan untuk berkhotbah menberi nasehat kepada umum yang menjadi kepentingan pada waktu itu, menyuruh mereka tobat dari perbuatan yang berdosa.


Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Dan Gerhana Matahari (Kusuf dan Khusuf):


  1. Bertakbir, membaca istiftah, Isti'adzah, al-Fatihah, kemudian membaca surat yang panjang, setara surat Al-Baqarah.

  2. Ruku' dengan ruku' yang panjang (lama).

  3. Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan Sami'Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.

  4. Tidak langsung sujud, tetapi membaca kembali surat Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur'an namun tidak sepanjang pada bacaan sebelumnya.

  5. Ruku' kembali dengan ruku' yang panjang tapi tidak sepanjang yang pertama.

  6. Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan, Sami'Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.

  7. Sujud, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.

  8. Kemudian berdiri untuk rakaat kedua, dan caranya seperti pada rakaat pertama tadi.


Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mendirikan shalat bersama orang banyak. Beliau berdiri dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya, kemudian ruku’ dengan memanjangkan ruku’nya, kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya, namun tidak selama yang pertama.

Kemudian beliau ruku’ dan memanjangkan lama ruku’nya, namun tidak selama rukuknya yang pertama. Kemudian beliau sujud dengan memanjangkan lama sujudnya, beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat yang pertama. Saat beliau selesai melaksanakan shalat, matahari telah nampak kembali.

Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada orang banyak, beliau memulai khutbahnya dengan memuji Allah dan mengangungkan-Nya, lalu bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak terjadi gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah.” Kemudian beliau meneruskan sabdanya: “Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499)


“Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka diserukan: “Ashshalaatul jaami’ah (shalat secara berjamaah).” (HR. Al-Bukhari no. 1045)


Tidak ada azan dan iqamah sebelumnya, yang ada hanyalah seruan untuk shalat berjamaah. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Amr di atas.

Hadits-hadits yang datang dalam masalah ini menerangkan pelaksanaan shalat gerhana ini disunnahkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Boleh bagi wanita untuk menghadiri shalat gerhana di masjid berdasarkan amalan Aisyah radhiallahu anha yang tersebut dalam riwayat Al-Bukhari no. 1053 dan Muslim no. 905. Jika dikhawatirkan akan terjadi fitnah, maka hendaknya para wanita mengerjakan shalat gerhana ini sendiri-sendiri di rumah mereka berdasarkan keumuman perintah mengerjakan shalat gerhana.

Disunnahkan untuk dikerjakan di masjid berdasarkan hadits Abu Bakrah di atas dan selainnya.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak mulainya gerhana dan akhirnya hingga matahari/bulan itu tampak kembali secara sempurna. Karenanya shalat yang dikerjakan di antara kedua waktu ini sudah dinamakan sebagai shalat gerhana, walaupun selesainya tidak bertepatan dengan selesainya gerhana.

Disunnahkan adanya khutbah setelah shalat gerhana berdasarkan hadits Abu Bakrah dan Aisyah radhiallahu anhuma di atas.
Read More

Shalat Idain (Dua Hari Raya )

Diposkan oleh Islam Wiki

Shalat idain (Idul Fitri dan Idul Adha)

Shalat hari raya  dalam Islam ada dua yaitu shalat hari raya Idul fitri yang dilaksankan pada tanggal 1 Syawal, dan Shalat hari raya Idul adha yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah, hukumnya adalah sunnah mua'akad, waktu pelaksanan ketika matahari sudah setinggi tombak sampai tergelincirnya matahari, dan yang lebih utama untuk shalat idul Adha pada waktu yang pertama, dan mengakhirkan waktu pada shalat Idul fitri, para ulama berbeda pendapat apakah lebih utama di Masjid atau di lapangan.

A. Adab Sopan Santun Yang Sebaiknya Dilakukan

a. Mandi dan mengunakan wangi-wangian (parfum) serta memakai pakaian yang paling bagus
b. Makan sebelum shalat Idul Fitri dan makan sesudah shalat Idul Adha
c. Menmperbanyak bacaan takbir
d. Keluar dari tempat shalat dari jalan yang satu menuju jalan yang lainnya
e. Ucapan selamat

B. Pelaksanaannya

Adapun pelaksanaa shalat hari raya adalah sebagai berikut, shalat dilaksanakan dengan berjamaah dengan tanpa adzan dan iqomah.

  1. Melakukan Takbir pada rakaat yang pertama sebanyak tujuh kali, 
  2. kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, disunnahkan membaca surat al-A'la secara keras, 
  3. dan kemudian takbir pada rakaat yang kedua sebanyak lima kali.
  4. kemudian membaca surat AlFatihah dan surat pendek disunnahkan surat al Ghasiyah. 
  5. Dan apabila imam sudah selesai salam hendakalah berdiri untuk berkhotbah dengan satu kali khotbah.
Read More

Shalat Istikhoroh -Fikih

Diposkan oleh Islam Wiki

Shalat istikhoroh

Shalat istikharah artinya adalah salat meminta pentunjuk yang baik. Umpamanya ia akan mengerjakan pekerjaan kemudian ia ragu-ragu apakah pekerjaannya baik atau tidak, ketika itu disunatkan untuk salat istkiharah dua rakaat, sesudah itu minta pentunjuk kepada Allah atas pekerjaanya yang masih diragukan.

Sabda Nabi:

Dari jabir bin Abdullah ” Rasulullah mengajarkan kepada kami meminta petunjuk dalam beberapa perkara yang penting. beliau berkata, apabila salah seorang diantara kamu menghendaki suatu pekerjaan, hendaklah ia salat dua rakaat kemudiaan berdoalah: Allahuma... sampai akhir (HR Bukhari )
Read More

Shalat Jama' dan Qosor

Diposkan oleh Islam Wiki

A. Shalat Qasar

Shalat Qasar adalah shalat yang diringkaskan bilangan rakaatnya, yaitu diaantara shalat yang lima; yang mestinya empat rakaat menjadi dua raakaat, shalat yang boleh diqosar adalah sholat Dzuhur, Ashar, Isya’.

Hukum qasar adalah boleh, bahkan lebih baik bagi sesorang yang sedang melakukan perjalanan. Firma Allah : ”Dan apabila kamu berpergian di muka bumi ini, maka tidaklah mengapa kamu menqasar shalat (mu). Jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir. Sesunguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu” (An Nisa’101).

Adapun jarak perjalanan yang bisa menqasar shalat, Nabi tidak menyebutkan, tetapi jika menqasar shalat, perjalan yang harus ditempuh adalah selama tiga hari.

B. Shalat jama’

Shalat jama’ artinya adalah shalat yang dikumpulkan , yang dimaksudkan adalah mengkumpulkan antara dua shalat dikerjakan dalam satu waktu ,seperti shalat Dzuhurdengan shalat Ashar dikumpulkan dan dikerjakan pada waktu dzuhur atua pada waktu ashar.

Shalat yang bisa dijamak:
1. Dhuhur dengan 'Asar atau sebaliknya
2. Maghrib dengan Isya' atau sebaliknya

Hukum menjama’ sholat diperbolehkan bagi orang yang melakukan perjalan, dengan syarat seperti shalat qasar.

Syarat-syarat shalat jama’
1. beniat untuk menjama’
2. mendahulukan shalat yang pertama, karena waktunya yang pertama
3. berturut-turut

Shalat:
Tahiyatul Masjid dan Dhuha
Kusuf dan Khusuf
Istikharah
Shalat Jum'at


Artikel:
Foundation of Islam
Islamic Brotherhood
Tidak Berkahnya Harta hasil Kezaliman
Kontribusi Islam Pada Peradaban Dunia
ISlam dan Perubahan Sosial
Kisah Kisah DAlam Quran dan Sunnah
HIerarki Ilmu dalam Keilmuwan Islam
Menyatukan Kembali Ilmu Agama dan Umum
Sains Muslim Pada Masa Abad Pertengahan
Produk-Produk bank Syariah
Inspirasi Al Qur`an dalam Sains
Matematika Alam Semesta
Read More

Shalat Jum'at - Fikih

Diposkan oleh Islam Wiki

Shalat Jum’at

A. Pengertian

Shalat jum’at adalah salat yang dilakukan sesudah dua khotbah pada waktu dzuhur pada hari jum’at.

B. Hukum Shalat Jum’at

Hukum shalat jum’at adalah fardu ‘ain bagi setiap laki-laki dewasa yang beragam islam, merdeka dan menetap dan tidaka ada Udzur, firman Allah :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila disuruh untuk menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegerahlah kamu kepada mengingat Allah dan tingalkanlah jual-beli (QS. Al-Jum’at 9).

Dan sabda nabi saw:
“Shalat Jum'at itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap orang islam dengan berjamaah kecuali empat macam orang (1) Hamba sahaya yang dimiliki (2) perempuan (3) anak kecil (4) orang yang sakit (HR. Abu Daud dan Al Hakim ).

C. Syarat Wajib Jum’at

1. Islam
2. merdeka
3. Baligh
4. Laki-laki
5. Berakal
6. Sehat
7. Mukim

D. Syarat sah Shalat Jum’at

1. hendaklah shalat jum'at didirikan ditempat yang penduduknya menetap
2. dilakukan pada waktu shalat Dzuhur
3. hendaklah dilakukan secara berjama’ah
4. Hendaklah di dahului dengan Khotbah dua

F. Rukun Khotbah Jum’at

1. mengucapkan puji-pujian kepada Allah
2. Membaca Sahlawat atas Rasuullah
3. Mengucapkan Shahadat
4. Berwasiat dengan takwa dan mengajarkan apa-apa yang perlu kepada hadirin
5. menbaca ayat al Quran pada salah satu khotbah dua
6. berdoa untuk orang mukmin dan mukminat pada khotbah yang kedua

E. Syarat khotbah

1. Kedua khotbah hendaklah dimulai sesudah tergelincir matahari
2. sewaktu berkhutbah hendaklah berdiri jiaka manpu
3. Khaatib hendaklah duduk diantara dua khotbah
4. hendaklah dengan suara yang keras kira-kira terdengar bilangan yang sah juma’at
5. hendaklah berturut-turut baik rukun, jarak keduanya maupun jarak antara kedua dengan shalat
6. Khatib hendak suci dari hadas dan najis
7. hendaklah khotib menutub aurat

F.Sunah jum’at

1. disunatkan mandi pada hari jum’at bagi orang yanga akan menunaikan salat jum’at
2. berhias dengan memakai pakian yang sebaik-baiknya
3. memakai wangi-wangian
4. memotong kuku, mengunting kumis,dan menyisir rambut
5. segera pergi jum’at dengan berjalan kaki
6. hendaklah ia membaca al qur’an dan dzikir sebelum khotbah
7. paling baik membaca surat aL kahfi
8. hendaklah ia bershalawat atas Nabi
Read More

Shalat Jama'ah

Diposkan oleh Islam Wiki

SHALAT JAMA’AH

A. Adzan dan iqomah

Asal makna adzan adalah menberitahukan, yang berati menberitahukan bahwa waktu salat telah tiba dengan lafal yang telah ditentukan oleh syara’, lafadz-lafadz adzan yaitu:
1. Allahu akbar Alluhu akbar 2 kali
2. Ashadu allailhaillallah 2 kali
3. Ashadu anna Muhammdar rasulullah 2 kali
4. Hayya ’alas sholah 2 kali
5. Hayya ’alal falah 2 kali
6. Assalatu khaiurum-minannaum 2 kali (tamabhan pada shalat subuh)
7. Allahu akbar Allahu akbar
8. Ashaduallahaillallah

Sedankan iqomah adalah penberitahukan kepada para jama’ah untuk berdiri untuk salat
lafadz iqamah
1. Allahu Akbar 2 kali
2. Ashadu allailahaillah
3. Ashadu anna muhammadur rasulullah
4. Hayya ’alas sholah
5. Hayya ’alalfalah
6. Qad qamatis-salah 2 kali
7. Allahu akbar 2 kali
8. Laillahaillallah

B. Pengertian shalat jama’ah

Shalat jamaa’ah adalah sholat yang dilakukan beberapa orang yang satu sebagai imam yang diikuti dibelakangnya oleh yang dinamakan makmum, sebagaiman sabda Nabi :

”Kebaikan shalat berjamah melebihi sendiriaan sebanyak 27 derajat (HR Bukhoridan Muslim)
Hukum shalat jamaah Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat jamaah hukumnya fardu ’ain dan ada yang berpendapat fardu kifayah, dan sebagian yang lainya sunat mu’akad.

C.Syarat –syarat imam

1. Mengetahui tata cara shalat, dan mengerjakan nya
2. Mengetahui membaca alqura’an
3. Mengetahui ilmu-ilmu yang berhubungan atau berkaitan dengan shalat
4. Mumazis
5. Yang menjdi imam adalah laki-laki, kecuali apabila makmum perempuan
6. Hendaklah ada makmum dalam jamaah


D. Kewajiban Makmum

1. Berniat mengikuti imam
2. Berdiri disamping imam bila makmum satu orang, dan apabila dua orang dibelakangnya
3. Dan ketika imam menbaca keras tidak boleh menbaca kecuali membaca al fatehah
4. Mengikuti imam dalam setiap rakaat

E. Posisi imam

Posisi makmum dibelakang imam , yang pertama laki-laki dewasa, kemudian anak-anak, kemudian wanita

F. Makmum Masbuk

Masbuk adalah orang yang mengikuti kemudian, ia tidak sempat menbaca al fatehah pada raka’at pertama
Hukumnya jika imam belum rukuk hendaklah ia menbaca al fatehah sedapat mungkin, apabila imam rukuk sebelum habis fatehahnya , hendaklah ia rukuk mengikuti imam atau dihadapi imam sedang rukuk maka ia ikuti , singkatnya, hendaklah ia mengikuti bagaimana keadaan imam sesudah takbiratul ihram.

Apabila masbuq mendapati imam sedang rukuk atau sebelum rukuk maka dihitung satu rakaa’at , berarti salatnya dapat satu rakaa’at, kemudian hendaklah kekurangannya ditambah jika belum cukup yaitu sesudah imam menberi salam
Read More