Artikel, Berita dan Opini Tentang Islam

Sejarah Berdirinya Negara-negara Kapitalis Eropa



Revolusi di Inggris, yang dimulai dengan penemuan teknologi dalam bidang Industri, melahirkan pabrik-pabrik/manufaktur. Hal ini berdampak kepada terbentuknya para pengusaha-pengusaha besar yang didukung oleh meningkatnya pemilikan modal atau kapital. Mereka memiliki kecenderungan atau ambisi untuk terus meningkatkan modal atau kapitalnya. Seseorang yang cenderung meningkatkan kapitalnya adalah seorang kapitalis.

Negara yang memiliki kecenderungan meningkatkan kapital negara yang bersangkutan adalah negara kapitalis. Diawali negara Inggris, negara-negara di Eropa sejak adanya revolusi industri berkembang menjadi negara kapitalis. Selanjutnya berkembang paham kapitalisme, yaitu paham yang dianut oleh bangsa atau negara yang memiliki kecenderungan selalu meningkatkan kapitalnya.

Suatu negara yang memiliki kapital, penanaman kapital/modalnya tidak hanya di lingkungan dalam negeri saja, namun juga berusaha menanamkan modalnya di negara lain. Timbulah bentuk imperialisme, yaitu bentuk penguasaan suatu negara atas negara lain. Sejak revolusi industri, kita kenal imperialisme modern, yang memiliki ciri-ciri dominasi politik, eksploitasi ekonomi dan penetrasi kebudayaan. Berbeda dengan imperialisme kuno yang memiliki ciri-ciri, gospel, gold dan glory (agama, emas dan kejayaan).

Inggris sebagai negara industri sangat memerlukan daerah jajahan untuk:
  • Sumber bahan mentah/baku industrinya.
  • Sebagai pasar penjualan hasil industri.
  • Lahan penanaman modal (pabrik dibangun di negara jajahan).
  • Tempat pembuangan para penjahat (carnival crime).

Karena revolusi industri, Inggris menjadi negara kapitalis dan berkembang menjadi negara imperialis, daam bentuk imperialis modern, yaitu penguasaan politik atau pemerintahan negara yang dikuasai, melakukan eksploitasi di bidang ekonomi dan penetrasi di bidang kebudayaan. Bangsa-bangsa yang di bawah jajahan Inggris pada umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi setelah bangsa yang bersangkutan merdeka. Dengan demikian penetrasi kebudayaan Inggris atas daerah jajahan berhasil.

Pemerintahan Perdana Menteri Pitt merupakan awal imperialis Inggris. Daerah-daerah yang dikuasai Inggris antara lain: India, Kanada, Ameriak Utara. Pada masa Ratu Victoria, imperialis Inggris mencapai puncaknya. Tokoh-tokoh pemerintahan yang berperan dalam mengembangkan imperialis Inggris antara lain:
- PM Gladstone
- PM Parlmerston
- PM Disraeli
- PM Cecil Rhodes

Corak imperialis Inggris berbeda dengan Belanda. Inggris tetap berusaha agar bangsa yang dijajah masih memiliki kemampuan daya beli bagi barang hasil industri Inggris. Khusus penguasaan, Benua Australia digunakan sebagai tempat pembuangan para narapidana, Juga penguasaan Inggris terhadap tempat-tempat strategis, misalnya Terusan Suez, Gibraltar, Singapura dan Hongkong.

Daerah-daerah wilayah jajahan Inggris antara lain: Kanada, Amerika Utara, Gibraltar (1704), PulauCiprus(1878), Teursan Suez(1882), India dan Pakistan (1800), Ceylon (1798), Burma(1815), Malaka (1815), Serawak(1888), Indonesia (1811-1816), Singapura (1819), Hongkong (1841), Autralia, New Zealand, Irian Timur (1787), Malvinas, Afrika Selatan.

Dampak positif terhadap jajahannya, inggris tidak mematikan potensi rakyat jajahan.

Demikianlah Sejarah singkat bagaimana awal mula imperialisme modern. Apa yang dapat kita ambil pelajaran?

Nyatanya awal mula yang mendasarinya adalah Kapitalisme. Setelah masa kemerdekaan ini, bukankah Kapitalisme masih hidup. Hanya saja teraplikasi dalam kondisi yang berbeda. Dalam masa postmodern ini munculah Perusahaan-perusahaan kapitalis multinasional yang menggantikan posisi Negara kapitalis. Meskipun kondisi-kondisi negara yang telah merdeka dari impeialisme telah lebih baik, tetapi bisa dikatakan masih dijajah oleh pengganti Negara kapitalis. Kita bisa melihat bagaimana Distrik Grasbreg (pertambangan emas di Indonesia) yang dikelola oleh Freeport. Lihat juga Perusahaan multinasional lainnya seperti, Chevron, Conoco Philips, exxon, dll. Dalam era globalisasi ini, dapat dilihat perusahaan-perusahaan multinasional memiliki pengaruh dalam kebijakan suatu negara.



Share Ke Temenmu:
Kategori: Sejarah Peradaban
Back To Top