Artikel, Berita dan Opini Tentang Islam

Taubat dan Nadam - Akhlak Terpuji



Kaitan Taubat dan Nadam

Taubat dan nadam adalah dua kata yang berkaitan artinya, sebab lazimnya orang yang bertaubat sesudah penyesalan, nadam artinya penyesalan. Taubat dan nadam terhadap kesalahan merupakan unsur penyebab yang dapat meringankan hukuman dan tiadanya penyesalan merupakan hal yang dapat memperberat hukuman. Demikian antara lain sebagian dan isi mukadimah yang dibacakan hakim sewaktu menjatuhkan hukuman dalam perkara pidana. Demikian pula, sebelum dijatuhkan hukuman Allah, menyatakan taubat dalam arti yang sebenarnya dan diikuti penyesalan dapat menghapuskan hukum sama sekali. Firman Allah SWT dalam surat Attahrim ayat 8 yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (Taubatan Nasuha) , mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-keasalahan dan memasukan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai".

Berdasarkan ayat tersebut maka taubat yang diterima Allah SWT adalah taubat yang sungguh-sungguh (Taubat Nasuha) yakni sesudah bertaubat itu tidakkembali melakukan kejahatan serupa.

Taubat Yang Sebenarnya

Taubat yang sebenarnya adalah sebagaimana yang disebut dalam firman Allah SWT :
dalam suarat AnNisa : ayat 17-18 : yang artinya : " Sesungguhnnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka barulah ia mengatakan : sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang merea di dalam kekafiran bagi orang-orang itu ialah kami sediakan siksa yang pedih". ( Al-Nisa : 17-18)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa taubat yang diterima adalah bertaubat dari dosa yang tidak diketahui bahwa perbuatan itu adalah perbuatan dosa dan taubat tersebut dilakukan dengan segera sesudah dia tahu bahwa perbuatan itu dosa. Taubat yang dilakukan menjelang ajal tidak diterima Allah. Wallahu A'lam




Share Ke Temenmu:
Kategori: Akhlak
Back To Top