Apa itu Perubahan Wujud | Teori Kimia

Advertisemen
"13. Ar Ra'd
17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.
"

Perubahan Wujud

Semua Materi berwujud sebagai padatan, cairan, gas atau plasma. Ini disebut dengan wujud materi (benda). Materi dapat berubah dari wujud satu ke wujud lainnya, jika dipanaskan, didinginkan atau diberi aliran listrik. Jika es (padat) dipanaskan akan menjadi air (cairan). Perubahan ini disebut Meleleh. JIka air dipanaskan, akan menjadi uap (gas). Perubahan ini disebut menguap. jika listrik diberikan ke gas menjadi plasma. Partikel-partikel es, air dan uap sama, tetapi susunannya berbeda.

PARTIKEL PADATAN

Ketika padat, partikel-partikel suatu benda tersusun sangat rapat, menjadikannya sangat kaku. Benda dapat berubah dari wujud padat menjadi cair dan dari cair menjadi padat.

PARTIKEL GAS

Partikel-partikel dalam gas menyebar dan bebas bergerak di sekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan gas mengisi ruang di sekitarnya. Suatu substansi berupa gas dapar berubah wujudnya menjadi cair dan substansi cair bisa juga berubah menjadi gas.

SOLAR PLASMA

Berpijarnya korona matahari yang nampak saat terjadi gerhana total merupakan bentuk ke empat dari wujud materi yang disebut dengan plasma. Plasma terbentuk ketika begitu banyak energi diberikan ke gas, seperti dengan memanaskan gas atau membiarkan listrik melewatinya. Energi ekstra itu memecahkan partikel-partikel gas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang sangat panas sehingga berpijar.

MENCAIR

KEtika benda padat dipanaskan, partikel-partikelnya diberi energi lebih dan mulai bergetar lebih kencang. Pad temperatur tertentu, partikel-partikel itu bergetar berlebih sehingga struktur yang telah ada rusak. Pada titik ini padatan meleleh menjadi cairan. Temperatur saat padatan berubah menjadi cair ini disebut dengan titik cair. Setiap padatan memiliki ukuran titik cair pada suhu tekanan udara normal. Pada tekanan udara yang rendah, seperti di puncak pegunungan, titik cair menjadi lebih rendah.

MEMBEKU

Lava adalah batu cair, yang erupsi/meledak melalui gunung berapi pada temperatur sangat tinggi yaitu 1.500'C. Namun, lava merah yang panas menjadi dingin ketika mencapai permukaan bumi, dan kembali menjadi batu padat kembali. Perubahan dari cairan menjadi padatan ini disebut dengan membeku. Prosesnya kebalikan dari mencair.

UAP YANG TIDAK TAMPAK

Air mendidih ketika mencapai titik didih 100'C. Ini adalah temperatur dimana air berubah menjadi uap. Uap adalah gas tak tampak. Ketika gas telah sampai pada tutup ketel, gas menjadi dingin dan kembali jadi air.

PENGUAPAN (Evaporasi)

Meskipun tanpa mendidihkan air dalam ketel, beberapa cairan air berubah menjadi gas. Ini adalah penguapan. Ini terjadi ketika suatu cairan berubah menjadi wujud gas jauh di bawah titik didihnya. Selalu ada beberapa partikel dalam cairan yang memiliki cukup energi untuk keluar dari dari strukturnya berubah menjadi gas.

PENGEMBUNAN (Kondensasi)

Tetes embun selalu ditemukan pada jaring laba-laba pada pagi hari setelah malam yang dingin. Air yang berada pada wujud gas di udara menjadi dingin dan beurbah menjadi tetes cairan air pada dedaunan dan jendela. Perubahan dari gas ke cair ini disebut dengan kondensasi.

Advertisemen

Related Posts

Baca Tulisan Lainnya ini