Artikel, Berita dan Opini Tentang Islam

MA'RIFAT KEPADA ALLAH



DUA CARA BERMA'RIFAT:

a. Menggunakan Akal Fikiran untuk melihat CiptaanNya.

b. Dengan Mema'rifati Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.

AKAL FIKIRAN
Menggunakan akal fikiran untuk berma'rifat kepada Allah SWT begitu banyak disinggung dalam AlQuran:

Berbagai ayat Mengenai hal ini dapat dibaca pada bab Quran & Sains. Beberapa contoh ayat yang menjelaskan hal ini:
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Katakanlah: Periksalah olehmu semua apa-apa yang ada di langit dan bumi...(Q.S. Yunus: 101)
وَكَأَيِّنْ مِنْ آَيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ

"Alangkah Banyaknya ayat (tanda kekuasaan Allah) di langit dan bumi yang mereka lalui, tetapi mereka itu semua membelakanginya saja (tidak memperhatikannya)." (Q.S. Ysuf: 105).


ASMAUL HUSNA
Nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan perantara yang digunakan Allah Ta'ala agar Makhluknya dapat berma'rifat kepadaNya.
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Rahman, mana saja nama Tuhan yang kamu seru, Dia adalah mempunyai nama-nama yang baik..." (Q.S. Al-Ira': 110)

Jumhur ulama bersepakat bahwa nama-nama Allah yang baik (Asmaul Husna) itu ada 99 nama. Hal ini berlandaskan pada hadis riwayat Bukhari, muslim dan Tirmidzi yang menjelaskan hadis dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda yang artinya: Allah itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa yang menghafalnya (mengingatnya dan menghadirkan dalam kalbu), ia masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan cinta kepada hal yang ganjil".


SIFAT-SIFAT ALLAH SWT
Sifat-sifat ini hanya dimiliki oleh Sang Maha Pencipta itu sendiri tidak ada sesuatupun yang menyekutuinya.

Sifat-Sifat yang menjadi milik Allah Ta'ala diantaranya ada yang disebut dengan Sifat-sifat Salbiah dan ada yang disebut dengan sifat-sifat Tsubutiyah.

SIFAT SALBIAH
- Awwal dan Akhir. Allah Maha Awwal yaitu adanya Allah Ta'ala tidak pernah didahului oleh ketiadaan sebelumnya. Allah Maha Akhir yaitu Maha Kekal tidak ada nihayah atau puncak keakhiranNya. Oleh karena itu Allah Maha Azzali dan Kekal.
"Segala sesuatu itu pasti rusak, melainkan 'Dzat'Nya." (Q.S. Qashash: 88).

- Allah Ta'ala Tidak Serupa dengan sesuatu apapun. Segala sesuatu yang terlintas dalam pikiran manusia, maka Allah Ta'ala pasti berbeda dengan itu.
"Tidak ada sesuatu apapun yang serua denganNya dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Syura: 11)

- Allah Ta'ala Maha Esa. Tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah, baik sifat-sifatnya maupun DzatNya. Hanya Dia Yang Maha Esa (Wahid).
" Katakanlah : Dia adalah Allah Yang Ahad (Esa). Yaitu Allah Yang menjadi tempat bermohon. Dia tidak berputera. Dan dia tidak diputerakan. Dan tidak ada seorang pun yang serupa denganNya." (Q.S. AlIkhlas)

SIFAT TSUBUTIAH
- Kuasa (Qudrah)
Allah SWT Maha Kuasa, tidak lemah sedikitpun untuk melakukan sesuatu. Alam semesta merupakan pengejawantahan dari sifat kuasa dan keagungan Allah Ta'ala.
"Dia adalah yang menghidupkan serta mematikan dan di bawah kekuasaan-Nya pula adanya pertukaran malam dan siang. Apakah kamu semua tidak menggunakan akalmu"? (Q.S AlMu'minun: 80).

- Berkehendak (Iradah). "Bagi Allah adalah kerajaan langit dan bumi. Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki olehNya. Dia mengaruniakan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendakinya dan mengaruniakan perempuan kepada siapa yang dikehendaki. Atau mengaruniakan sejodoh(kembar) yaitu perempuan dan laki-laki, Juga barang siapa yang dikehendakiNya dapat dijadikan mandul. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi kuasa." (Q.S. Syura: 49-50).

- Mengetahui ('Ilmu). Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Tidak didahului kebodohan, tidak dihinggapi lupa dan tidak dibatasi ruang dan waktu.

"Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu."(Q.S. AlMujadalah :7)
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"(Q.S. Al-An'am: 59).

- Hidup (Hayat). Allah Ta'ala Maha hidup, Kehidupan Allah tidak pernah dihinggapi ketiadaan dan pula oleh kemusnahan dan kerusakan. Bagaimana keadaan kehidupan yang hakiki dari Allah Ta'ala tidak mungkin dicapai oleh akal fikiran.
"Dia adalah Maha Hidup. Tiada Tuhan melainkan Dia, maka sembahlah Dia dengan Ikhlas dalam melaksanakan agama untukNya. Segala puji adalah bagi Allah yang menguasai seluruh alam". (Q.S. Al Mu'min: 65).

- Berfirman (Kalam). Allah SWT Maha Berfirman.
- Mendengar (Sama') dan Melihat (Bashar).

Referensi: Sayyid Sabbiq, Aqidah Islam: Pola Hidup Manusia Beriman




Share Ke Temenmu:
Kategori: Akidah Islam
Back To Top