Tata Cara Shalat Istisqo'

Shalat istisqo' adalah shalat yang didirikan untuk meminta datangnya air, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, ketika hujan lama tidak turun yang dikerjakan kapanpun waktunya kecuali pada waktu yang terlarang untuk mendirikan shalat.

Cara Shalat Istisqa'
Shalat istisqo' dikerjakan secara berjamaah tanpa adzan dan iqomat dengan 2 rakaat. Setelah imam salam, imam berdiri dan berkhutbah serta berdoa kepada Allah untuk menurunkan  air.

Pada dasarnya tata cara shalat itu sama yang membedakan adalah niat dan adanya khutbah. Baca posting tentang masalah shalat: rukun, syarat, sunnah.

Sunnahnya, Pada Rakaat pertama setelah membaca Alfatihah membaca surat Al-a'la (Sabihismarabikal..dst) dan rakaat kedua membaca surat AlGhasyiah (Halatakahaditsu...dst).

Dalam kitab Fikkih sunnah (Sayyid Sabiq) Jilid 2 disebuatkan hadits tentang shalat meminat hujan ini.

Dari Aisyah r.a, katanya:

"Orang-orang sama mengeluh kepada Rasulullah saw karena lambatnya hujan. Beliau lalu memerintahkan agar disiapkan sebuah mimbar dan diletakan di tempat shalat di lapangan dan dijanjikan kepada orang-orang itu supaya bersama-sama keluar pada hari yang ditentukan. Ketika matahari telah naik, beliau pun keluar lalu duduk di atas mimbar, bertakbir serta memuji Allah dan bersabda:
'Kamu semua mengeluh sebab keringnya negerimu, sedang Allah telah menyuruhmu semua agar berdoa serta Ia menjajikan pasti akan mengabulkan permohonanmu itu'. Beliau meneruskan;' alhamdulillahi rabbil'alamiin. Arrahmanirrahiim, Maaliki yaumiddiin. Tiada Tuhan melainkan Allah, Allah berbuat sekehendaknya. Ya Allah tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang Maha Kaya, sedang kami adalah kaum fakir. Turunkanlah hujan kepada kami serta jadikan hujan itu menjadi kekuatan serta mencukupi kami sampai habis masanya.
Selanjutnya beliau mengangat kedua tangannya dan berdoa sampai kelihatan putih ketiaknya, kemudian membalikan diri dan menghadap kiblat, selendangnya dibalikan letaknya sambil menganggkat kedua tangannya itu, lalu menghadap kepada semua manusia dan turun dari mimbar terus bershalat dua raka'at. Di saat itu Allah Ta'ala menampakan segumpal awan, terdengarlah suara guntur dan petir dan kemudian turunlah hujan dengan izin Allah Ta'ala.
Belum sampai beliau di Masjid, terjadilah banjir di sana-sini. Melihat betapa bingungnya orang-orang yang ingin kembali ke rumahnya masing-masing beliau pun tertawa sampai tampak gigi-gigi dan gerahamnya. Beliau pun bersabda:' Saya menyaksikan bahwa Allah adalah Mahakuasa atas segala sesuatu dan bahwa saya adalah hamba serta Rasulnya."
(Diriwayatkan oleh Hakim serta dianggapnya sah, juga oleh Abu Daud yang mengatakan bahwa ini adalah hadits gharib sedang isnadnya adalah baik)

Back To Top