Benarkah Kaum Gay adalah Kaum "Pilihan"?

Tema "Islam dan Biseksualitas" adalah sebuah tema yang cukup panas diperbincangkan sepuluh tahun terakhir ini. Beragam opini pun muncul di kalangan pemikir. Ada yang memang bersikap keras (sering dikatakan fundamental), ada yang moderat bahkan ada yang liberal. Karena memang sejauh ini, dalam pemikiran Islam selalu terbagi dalam tiga kelompok tersebut. Namun hal yang perlu menjadi perhatian kita adalah sikap kita terhadap kaum Gay, kita tetap harus berlaku Adil, yang seharusnya kita benci adalah perbuatan kejinya, bukan orangnya. Orangnya sendiri sangat perlu untuk mendapat pendampingan.

Bagaimana sikap kita terhadap Orang dengan keadaan biseksual? Satu tahun yang lalu blog ini telah memposting tentang kisah luth, dari beberapa pembaca ada satu yang memberikan  komentar yang sangat anti-mainstream mengenai kaum gay, dan kami merasa perlu untuk menuliskan kembali komentar tersebut dalam posting kali ini, sehingga dapat dijadikan bahan pemikiran dan bahan diskusi.

!!!! .. Meski nampaknya jika dilihat dari nama komentarnya (Augustus), merupakan orang non-muslim. Terlihat juga dari penulisan kata Allah yang tidak ditambah SWT. Dapat dilihat juga dari gaya berpikirnya yang lebih menerapkan akalnya. Wallahu A'lam. Semoga cara pandangnya ini dapat menjadikan bahan diskusi untuk menemukan solusi terbarik yang sesuai syariat Islam.


Yang diucapkan Luth AS adalah hal yang benar yang harus dilakukannya sebagai seorang nabi. Luth sangat memahami kaumnya karena bertahun-tahun beliau hidup bersama mereka. Apa yang diucapkannya dengan menawarkan anak perempuannya, bukan karena ignorance atau mengorbankan anaknya, tetapi beliau menjalankan perannya sebagai pembawa peringatan akan kebenaran, bahwa perbuatan zina sesama jenis adalah bathil. Di sisi lain, Luth yakin sekali bahwa tawaran ini takkan digubris karena Luth paham mereka tidak menyukai perempuan. Sebuah tawaran yang tak perlu jawaban sebenarnya. Kesimpulan : Luth mengucapkan ini dalam upaya menyampaikan peringatan : Hubungan sex sesama jenis itu dosa, hubungan sex yang halal adalah antara pria dan wanita (dalam ikatan perkawinan).
Kemudian, Apakah Quran melaknat kaum Gay? Tidak ada ayat Quran melaknat kaum gay. Derajat manusia di mata Tuhan adalah sama, yang membedakan adalah takwanya. Menjadi gay bukan laknat Allah, perbuatan zinanya lah yang dilaknat. Jadi, Allah melaknat kaum Luth karena berbuat kerusakan teramat sangat dengan perbuatan zinanya, bahkan secara terbuka, tidak punya malu. Mungkin saja gay sex menjadi praktek umum saat itu. Menjadi gay adalah takdir Allah. Gay justru umat pilihan bila mereka memahami apa tujuan hidup manusia sesungguhnya, yaitu beribadah kepada Allah semata. Mengapa kaum pilihan? Karena cobaan sejak lahir hingga akhir hayat itu sungguh cobaan yang besar bagi yang mau menghindari perbuatan zina sesama jenis. Seandainya, kita yang straight/normal, dilarang Allah melakukan perbuatan seks dgn wanita? Tidakkah sangat berat menahan nafsu : SEPANJANG HAYAT??
Itulah mengapa saya sebut Gay adalah kaum pilihan, Tuhan mempersiapkan rencana yang sangat mulia bila gay mampu menghindari perbuatan fasik tersebut. A Gay is born to be a devotee to GOD! Itu yang mendekati kebenaran. Apakah bisa? Tentu Bisa! karena Allah menjanjikan tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu dijalani manusia. Dan sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sehari atau setengah hari saja. Akhirat lah yang kekal. Janganlah memperturutkan hawa nafsu dunia, insya Allah surga tingkat tinggi telah dipersiapkan bagi kaum Gay yang bertakwa. Menahan nafsu seks sejatinya sama saja dengan menahan amarah. Hak manusia melakukan hubungan seks untuk kaum gay, tidak ubahnya manusia yang punya hak melihat tapi buta, manusia yang punya hak mendengar tapi dihapus pendengarannya karena tuli? 
Kemudian, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap kaum gay?
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum (*), mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS Al-Maidah : 8]
Perhatikan : Tuhan tahu kebencian terhadap manusia atas kaum manusia lainnya itu akan selalu terjadi, misal terhadap kaum negro (apartheid), terhadap gay dalam bahasan ini. Jadi manusia harus bersikap adil! Menghina kaum gay sama saja dengan menghina Allah yang menghendakinya demikian.
Kaum gay, bersabarlah. Hidup di dunia hanya sementara. Ingatlah bahwa kalian tak ubahnya manusia dengan sebuah kekurangan sebagaimana tunanetra, tunarungu sebagai kehendak dan cobannyaNya. Allah menyiapkan rencana yang sangat baik bagi kalian. Semoga bermanfaat.  (Augustus)

Jangan Lupa Juga Baca Diskusi tentang Masalah Gay ini di Forum My Quran di thread ini:
Gay Takdir atau Pilihan?

Dan juga dalam Thread Kaskus (yang mendiskusikan posting ini) di :
Kaum Gay adalah kaum pilihan ?

Insya Allah Akan lebih menambah wawasan dan ilmu tentang masalah ini.

Selain itu kita perlu juga memahami biseksualitas dari sisi medis. Dikutip dari Pemikiranislam.wordpress.com, bahwa penyebab biseksual itu ada 3 macam.:
  • Yang pertama, biogenik yaitu homoseksual yang disebabkan oleh kelainan di otak atau kelainan genetik. Jenis ini yang paling sulit untuk disembuhkan karena sudah melekat dengan eksistensi hidupnya. Mereka sejak lahir sudah membawa kecenderungan untuk menyukai orang lain yang sejenis, sehingga benar-benar ini di luar kontrol dan keinginan sadar mereka.
  • Kedua, psikogenetik yaitu homoseksual/lesbian yang disebabkan oleh kesalahan dalam pola asuh atau mereka mengalami pengalaman dalam hidupnya yang mempengaruhi orientasi seksualnya di kemudian hari. Kesalahan pola asuh yang dimaksud adalah ketidak tegasan dalam mengorientasikan sejak dini kecenderungan perilaku berdasarkan jenis kelamin. Dalam hal ini misalnya anak laki-laki tetapi diberlakukan seperti anak perempuan dan begitu pula sebaliknya. Pengalaman yang dapat membentuk perilaku homo/lesbi diantaranya adalah pengalaman pernah disodomi atau waktu kecil orang itu melakukan coba-coba melakukan hubungan seks dengan temannya yang sejenis. Pengalaman-pengalaman seperti ini berpengaruh cukup besar terhadap orientasi seksual orang itu di kemudian hari. 
  • Ketiga, sosiogenetik yaitu orientasi seksual yang dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya. Kaum Nabi Luth yang homo adalah contoh dalam sejarah umat manusia bagaimana faktor sosial-budaya homosexual oriented mempengaruhi orang yang ada dalam lingkungan tersebut untuk berperilaku yang sama. Baca selengkapnya di Pemikiranislam.wordpress.com

Tag : opini
Back To Top