Translate To Your Language

Fikih: Luqatah (Barang Temuan)

Diposkan oleh Islam Wiki
Pengertian Luqatah
 Luqatah Adalah barang yang ditemukan di suatu tempat dan tidak diketahui pemiliknya secara jelas.

"Dari zaid bin khalid : sesungguhnya Nabi SAW bersabda: 'Hendaklah engkau ketahui tempat dan ikatannya, kemudian umumkanlah selama 1 tahun. Jika datang pemiliknya, maka berikanlah kepadanya. Tetapi jika tidak ada yang mengambilnya setelah 1 tahun, maka terserah kamu. ....dst (Mutafaqun 'alaihi).

Rukun Luqatah:
1. Penemuan.
2. Orang yang menemukan.
3. Yang ditemukan: Binatang atau benda mati.
Read More

Fikih: Hiwalah (Pemindahan Hutang)

Diposkan oleh Islam Wiki
Pengertian Hiwalah
Hiwalah Adalah Akad untuk menanggung  pemindahan hutang dari tangan satu ke tangan lainnya.

Rukun:
1. Muhil : yaitu orang yang berhutang.
2. Mukhtal: Orang yang dihutangi
3. Muhal 'alaihi: Orang yang berhutang kepada muhil.
4. Hutang muhil kepada mukhtal.
5. Hutang muhal  'alaihi kepada Muhil.
6. Sighot (transaksi/ ijab qobul)

Syarat;
1. Kerelaan muhil dan mukhtal tidak harus bagi nuhal 'alaihi.
2. Tetapnya hutang. Maka tidak syah hiwalah bagi orang yang tidak dihutangi.
3. Kesamaan  dua hutang dalam jenis , ukuran. macam dan waktunya.
Read More

Fikih Muamalah: Rahn (Jaminan/Gadai)

Diposkan oleh Islam Wiki
Pengertian Rahn (Jaminan/Gadai)

Rahn adalah menjadikan hartanya sebagai pengikat atas suatu hutang untuk mencukupi darinya (hutang) jika berhalangan untuk membayarnya.

" Sesungguhnya Nabi SAW pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi atas 30 sha' dari gandum" (HR. Bukhori wa Muslim).

Rukun Rahn ada 5:
1. Raahin (Penggadai).
2. Murtahin (penerima Gadai), dengan syarat ahli gadai dan tidak terpaksa.
3. Marhun (barang yang digadaikan), dengan syarat barang diketahu dengan jelas.
4. Marhun bih (Alat/ barang hasil gadai), syarat diketahui dengan jelas.
5. Sighot (transaksi).
Read More

Sedekah: Macam dan Yang Membatalkannya

Diposkan oleh Islam Wiki
Allah SWT berfirman yang artinya: " Orang-orang yang beriman dengan yang ghaib dan yang menegakan shalat dan apa saja yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka infakan." (Al Baqarah: 3)

Macam-macam Sedekah

Nabi SAW bersabda:
'Ala kulli muslimin sodaqotun. Faqoolu: Ya nabiyaAllah faman lam yajid..dst. (HR. BUKHORI).

Artinya: Atas setiap muslim itu bersedekah. Maka berkatalah orang muslim: Ya Nabi Allah, bagaimanakah jika tidak mampu? Nabi bersabda: dia mengerjakan dengan tangannya(bekerja) lalu memanfaatkan untuk dirinya dan mensedekahkannya. Jika tidak mampu? Nabi bersabda: Engkau menolong orang yang membutuhan pertolongan. Jika tida mampu? Nabi bersabda: Maka berbuatlah perbuatan ma'ruf dan menahan diri dari kejelekan maka baginya adalah sedekah. (HR Bukhori).

Dalam hadist Lainnya:
"MAN ISTATHO'A MINKUM AYYATAQIYA ANNARA FALYATASODDAQO WALAU BISIQQI TAMRATIN FA MAN LAM YAJID FABIKALIMATIN THOYIBATIN (HR. AHMAD WA MUSLIM).

"Barangsiapa diantara kamu sekalian yang mampu, menjauhkan diri dari neraka, maka bersedekahlah meski hanya dengan sebiji kurma, jika tidak mampu maka dengan ucapan yang toyib"

Yang Membatalkan Sedekah

1. Mengungkit-ungkit sedekahnya dan menyakiti yang menerimanya.
2. Riya'.
3. Tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir.

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al Baqarah ayat 264.
Read More

Shalat Safar

Diposkan oleh Islam Wiki
Shalat safar adalah shalat yang didirikan ketika seorang muslim hendak bepergian sebanyak 2 rakaat dan begitu pula ketika sepulangnya sebanyak 2 rakaat, dilakukan di masjid sebelum duduk. Ini adalah termasuk shalat sunnah. Shalat safar termasuk shalat yang selalu dilakukan Rasulullah saw, ketika hendak melakukan perjalanan dan setelah melakukan perjalanan.

Hikmahnya dengan melakukan shalat safar ini, menunjukan sikap seorang mukmin yang selalu menyerahkan segala urusannya  kepada sanga pencipta. Sepulang dari perjalanan shalat safar dua rakaat juga menunjukan rasa syukur kepada Allah atas keselamatan yang telah diberikan kepadanya.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: MAA KHOLAFA IHADUN 'INDA AHLIHI AFDHOLU MIN ROK'ATAINI YARKA'UHA 'INDAHUM HIINA YURIIDU SAFARON. (HR. THABRAANI).

Itulah sedikit pemahaman tentang masalah shalat sunnah safar. Sempatkan pula untuk membaca tentang masalah tata cara shalat..
Read More

Tata Cara Shalat Jenazah

Diposkan oleh Islam Wiki
Pengertian
Shalat jenazah adalah shalatnya orang-orang mukmin ketika wafatnya salah seorang dari umat Islam. Hukum shalat ini adalah fardhu kifayah.

Syarat Sholat Jenazah
1. Apa yang disyaratkan untuk sholat, seperti suci dari hadats dan najis, menutup aurat dan menghadap kiblat.
2. Terlebih dahulu memandikan mayit dn mengkafaninya
3. Meletakan Jenazah di depan jamaah sholat.

Tata cara shalat jenazah berbeda dengan shalat umumnya. Shalat berjumlah 4 rakaat dengan hanya berdiri seperti shalat biasa namun tanpa ruku dan sujud. Bacaan shalat tidak dijaharkan. Untuk berganti rakaat cukup dengan mengangkat tangan dan mengucapkan takbir.

Rukun Shalat Jenazah
1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Takbir 4 kali
4. Membaca Fatihah
5. Bersholawat kepada Nabi SAW
6. Berdoa untuk Mayit
7. Salam

DOA Untuk Mayit
a. ALLAHUMMAGFIRLAHU WARHAMHU WANGAA FIHI WANGFUNGANHU, WA AKRIM NUZUWLAHU WAWASSING MADKHOLAHU, WAGHSILHU BILMAAI WATSALJI WANQQIHI MINALKHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQO ATTSAUBUL ABYADHU MINADDANAS, WAABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAA RIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI WAQIHI FITNATI ALQOBRI WANGADZAABAHU (HR MUSLIM)

B. ALLAHUMMA IGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA WA SYAAHIDINAA WA GHOO IBINA WA SHOGHIYRINA WA KABIYRINAA WA DZAKARINAA WA UNTSAANAA. ALLAHUMMA MAN IAHYAITAHU MINNAA FA AHYIHI NGALAL ISLAMI WA MAN TAWAFFAITAHU MINNAA FATAWAFFAHU NGALAL IIMAANI (HR. AHMAD DAN TIRMIDZI)

C. BAGI MAYIT ANAK: ALLAHUMMAJA'ALHU LANAA SALAFAN WA FURUTHON WA AJRON (HR. BAIHAQI)

SHALAT GHOIB
Sholat ghoib adalah sholatnya orang mukmin kepada jenazah yang dilakukan di tempat lain ,tidak satu tempat dengan si mayit. Adapun cara mengerjakannya sebagaimana shalat jenazah biasa.
Read More

Tata Cara Shalat Istisqo'

Diposkan oleh Islam Wiki
Shalat istisqo' adalah shalat yang didirikan untuk meminta datangnya air kepada Allah SWT ketika hujan lama tidak turun yang dikerjakan kapanpun waktunya kecuali pada waktu yang terlarang untuk mendirikan shalat.

Cara Shalat Istisqa'
Shalat istisqo' dikerjakan secara berjamaah tanpa adzan dan iqomat dengan 2 rakaat. Setelah imam salam, imam berdiri dan berkhutbah serta berdoa kepada Allah untuk menurunkan  air.

Pada dasarnya tata cara shalat itu sama yang membedakan adalah niat dan adanya khutbah. Baca posting tentang masalah shalat: rukun, syarat, sunnah.
Read More

Link Ushul Fikih

Diposkan oleh Islam Wiki
Read More

Link Hukum Pidana Islam

Diposkan oleh Islam Wiki
HUKUM PIDANA ISLAM
Asas Hukum Pidana Islam
Jinayah dan Jarimah
Asas Legalitas Hukum Pidana Islam
Macam Jarimah
Hukum Pidana Islam
Jarimah Pembunuhan
Qishash
Diyat
Kifarat
Zina
Qadzaf
Khamr
Mencuri
Memahami Kembali Hukum Pidan Islam
Paper Mengenai Hukum Pidana Islam

Berikut adalah sebuah ebook berjudul "Membumikan Hukum Pidana Islam:Penegakan Syariat dalam wacana dan Agenda".

Buku Membumikan Hukum Pidana Islam ini dimaksudkan untuk mempersempit jarak teoritis hukum pidana islam, yang telah banyak diulas dengan dunia riil yang terbentang di hadapan kita. Ada berbabagi persoalan yang harus dipikirkan masak-masik tentang isu ini, baik yang sifatnya materiil maupun formal; yuridis maupun sosiologis.

Selama ini, di negara kita, dan juga di banyak negara muslim lainnya seperti Mesir dan Syiria, hukum pidana Islam masih terus dipelajari di berbagai perguruan Tinggi Islam. Tetapi kenyataanya dalam wilayah aplikasi, apa yang dipelajari dalam teori itu, tidak diterapkan. Setidaknya sampai saat ini. Sehingga wacana hukum Pidana Islam masih terkesan "melangit" dalam arti hanya sebatas pemikiran dan belum dipikirkan konsep 'pembumiannya' secara mendalam.

Tentu saja pada tataran konseptual, keunggulan hukum pidana Islam dapat kita baca dan diskusikan, tapi bagaimana jika konsepsi itu diwujudkan? Masalah-masalah apakah yang akan dihadapi? Agenda apa sajakah yang harus dipikirkan? bagaimana pengalaman negara muslim yang telah melakukan 'pembumian' hukum pidana Islam?

 
(Ukuran ebook cukup besar: perlu beberapa saat untuk ditampilkan tergantung kecepatan koneksi internet)


Read More

Fikih Hadats, Pengertian dan Macamnya

Diposkan oleh Islam Wiki

Pengertian Hadats

Hadats adalah keadaan dimana syara' menetapkan seorang muslim dalam keadaan najis sehingga wajib untuk mensucikannya.

Hadats dibagi menjadi dua:

a. Hadats Asghor, yaitu jika keluarlah dari dua jalan keluar bagian tubuh manusia berupa angin, air atau berak dan karena tidur dengan bagian lambung (tidur terlelap dengan posisi badan merebah) dan karena telapak tangan menyentuh kemaluan, dan karena hilangnya akal. Maka dalam kondisi-kondisi tersebut agar suci harus berwudhu.

b. Hadats Akbar, yaitu ketika telah bertemunya dua pekelaminan dan ketika keluar mani dan jika telah terputus dari haidh atau nifas. Dalam kondisi tersebut disucikan dengan cara mandi (besar).

Hadits: " Tidak diterima sholat diantara kamu sekalian apabila berhadats sampai berwudhu (HR syaikhoni, abu Dawud dan tirmidzi)

Read More

Fikih: Najis, Pengertian dan Macamnya

Diposkan oleh Islam Wiki

Pengertian Najis

Najis adalah kotoran yang wajib bagi seorang muslim untuk menghilangkannya dengan mencuci apa yang terkena olehnya. Dalil QS. Al Mudatsir ayat 4.

Macam najis dan cara mensucikannya.
najis itu ada 3 macam. dan setiap macam itu ada cara khusus untuk mensucikannya.
A. Najis Mukhoffafah, yaitu kencing anak kecil yang belum makan suatupun selain air susu ibu. Cara mensucikannya yaitu sebagaimana hadist : Dibasuhlah/dicucilah terhadap kencing bayi perempuan dan diperciki(dengan air) terhadap kencing bayi laki-laki (HR. Baihaqi).

B. Najis Mugholadhoh, yaitu najis air liur anjing, maka wajib untuk mencucinya sebanyak tujuh kali dimana salah satunya dengan debu. dalam Hadits tersebut: Jika menjilatlah anjing pada suatu bejana, maka cucilah sebanyak tujuh kali, dimana awalnya dengan debu. (HR. muslim).

C. Najis Mutawasithoh, yaitu najis-najis selain kedua najis tersebut diatas. Seperti kencing dan wadhi. Macam dan tata cara mensucikannya baca dalam situs mediamuslim.org

Istinja'
isinja` adalah membersihkan najis kencing atau buang air besar dan menghilangkannya dari badan dengan selain air (karena tidak mendapat air) seperti dengan batu, kayu atau kertas.

Read More

Akhlak Tercela: Kibr dan Takabur (sombong)

Diposkan oleh Islam Wiki
Kibr adalah merasa dirinya besar dan melihat kemampuannya melebihi lainnya. Kibr dibagi menjadi dua yaitu batin dan dhohir(dinampakan), yang bathin dinamakan kibr dan yang dhohir dinamakan takabur.

Takabur ada tiga macam:

  1. Takabur kepada Allah. Contohnya takaburnya fir'aun
  2. Takabur kepada Rasul. Contohnya orang-orang qurays dan banu israil
  3. Takabur kepada orang lain. Cirinya selalu merasa lebih dan meremehkan orang lain.
Orang yang takabur akan tertimpa bencana di dunia di akherat. Di dunia dia akan dibenci oleh orang lain. dan di akherat tidak akan masuk surga. Rasulullah saw bersabda yang artinya: "Tidak akan masuk surga barang siapa yang didalam hatinya ada kesombongan sebesar zarah".

Read More

Sifat Tercela: Ujub (Membanggakan Diri)

Diposkan oleh Islam Wiki
Ujub adalah rasa mengagumi diri sendiri serta membanggakan diri sendiri atau memuji diri sendiri karena menganggap dirinya lebih sempurna.  Seorang muslim dilarang untuk  merasa berbangga diri dengan merasa lebih dari orang lain. Rasa ujub jika dibiarkan akhirnya bisa menimbulkan penyakit hati seperti sombong dan dengki.

Dalam sejarah perjuangan Islam sendiri, akibat rasa ini (merasa lebih) telah membuat kalah pasukan muslim, hal ini telah diabadikan dalam QS. At Taubah ayat 25 yang artinya: "Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai."

Beberapa hal yang biasanya menjadikan seseorang ujub adalah karena ilmunya, karena banyak hartanya, karena kekuatannya, karena ibadah dan karena kedudukannya. 

Read More

Adab Kepada Saudara Muslim

Diposkan oleh Islam Wiki
1.QS.  Al Hujurat ayat 10 yang artinya :  Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

2. Rasulullah saw bersabda yang artinya: orang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti  dua bangunan yang keduanya saling menopang."

3. QS. AnNisa` ayat 86 yang artinya: Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

Read More

Adab kepada Tetangga

Diposkan oleh Islam Wiki
Tetangga merupakan orang yang tinggal di sekeliling rumah kita. Bagi seorang muslim ada hak-hak tetangga yang harus dilaksanakan, diantaranya:

1. Jangan pernah menyakiti tetangga. 
Rasulullah saw bersabda yang artinya: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah menyakitinya tetangganya."

2. Berbuat ihsan kepada tetangga.
 Rasulullah saw terlah bersabda yang artinya: " Barang siapa beriaman kepada Allah dan hari akhir maka berbuat ihsanlah kepada tetangganya."

Read More

Adab Kepada Saudara

Diposkan oleh Islam Wiki
Sesungguhnya kedekatan manusia setelah kepada orang tuanya adalah kepada saudara-saudaranya. Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk:
  1. Menghormati mereka dalam segala hal dan mencintai dengan setulus hati.
  2. Mengkhususkan kepada kakak laki-laki maupun perempuan dengan menganggap mereka setara dengan kedudukan orang tua, maka laksanakan nasehat mereka dan jangan menentang perintah mereka. Rasulullah telah bersabda yang artinya: "Hak Saudara tua (kakak) terhadap adik mereka seperti hak orang tua terhadap anak." 
  3. Menolong saudara sesuai kemampuan untuk menolonh. Rasulullah bersabda yang artinya: "Perumpamaan dua orang saudara adalah seperti kedua tangan yang membersihkan  salah satunya kepada yang lainnya".

Read More

Adab Kepada Kedua Orang Tua

Diposkan oleh Islam Wiki

Adab  Muslim Kepada Orang Tua

Seorang Muslim mempercayai akan adanya hak terhadap kedua orang tua dan juga untuk mentaati mereka serta harus berbuat ihsan kepada keduanya. Hal ini bukanlah dikarenakan, keduanya yang menyebabkan adanya dia atau karena keduanya telah memberikan segala kebaikan mereka untuknya. Akan tetapi karena  Allah SWT telah mewajibkan kepada seorang anak untuk mentaati dan berbuat baik serta berbuat ihsan kepada keduanya, sampai-sampai Allah mengaitkan atau menyandingkan  hak orang tua yang menjadi kewajiban anak dengan ibadah kepada Allah. Allah berfirman dalam Surat Al Isra' ayat 23-24 yang artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." 

Oleh karena itu, seorang muslim ketika mengakui terhadap hak-hak orang tua dan dia melaksanakannya, maka sempurnalah ketaatan kepada Allah dan melaksanakan wasiat Allah.

Adapun adab/ hak kepada kedua orang tua adalah:

1. Mentaati keduanya dalam setiap apa yang keduanya perintahkan atau yang mereka larang selama tidak untuk berbuat maksiat kepada Allah dan menentang syariat Allah. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya QS. Al Ankabut ayat 8 yang artinya:
"Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. "


2. Menghormati, mengagumi, merendahkan diri, dan memuliakan keduanya baik dengan perkatan maupun perbuatan, jangan membentak, meninggikan suara melebihi suara keduanya, dan jangan bepergian kecuali dengan izin dan ridho mereka.

3. Berbuat baik kepada keduanya sesuai kemampuannya.

4. Bergaul dengan kasing sayang sebagaimana mereka mereka mengasihinya dan mendoakan keduanya dan memohonkan ampun bagi keduanya. Menunaikan janji mereka dan memuliakan kerabat keduanya.

Read More

Pengertian: Musyrik, Munafik, Fasik, Kafir dan Murtad

Diposkan oleh Islam Wiki
Pada kajian awal tentang Akidah Islam, kita perlu memahami tentang tiga Istilah penting yaitu tentang Iman, Islam dan Ihsan. Selanjutnya sebagai perkara lawan dari Istilah itu dikenal juga beberapa Istilah lainnya yaitu:


  1. MUSYRIK: Yaitu orang yang menjadikan bagi Allah sekutu atau tandingan atau meyakini adanya wujud Tuhan selain Allah. (QS. LUQMAN: 31)
  2. MUNAFIK: Yaitu orang yang dhahirnya beriman akan tetapi sebenarnya batinnya tidak beriman /kafir. (QS. ALBAQARAH: 8)
  3. FASIK: Yaitu seorang muslim yang meninggalkan kewajibannya dan mengerjakan perbuatan yang diharamkan menjadi kebiasaan. (QS. ALBAQARAH: 26-27)
  4. KAFIR: Orang yang tidak beriman dan tidak beragama Islam. (QS. ALMAIDAH: 73)
  5. MURTAD: Yaitu Orang yang Keluar dari agama Islam kembali kepada kekafiran. (QS. AL BAQARAH: 217)

Yang menyebabkan murtad diantaranya:
1. Meyakini bahwa ada Tuhan selain Allah atau meyakini tidak ada Tuhan.
2. Mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam
3. Menghalalkan yang diharamkan Allah atau menghalalkan yang dihalalkan Allah.
4. Bermain-main dan bersenda gurau dengan Ajaran Islam.

Read More

Pengertian Iman, Islam dan Ihsan

Diposkan oleh Islam Wiki
Dalam kajian akidah Islam ada 3 istilah penting yang harus dipahami oleh setiap musli. Ketiganya dibahas dalam pembahasan awal. Dengan memahami, memaknai serta berusaha mempraktekan ketiganya diharapkan seorang muslim dapat mencapai derajat tertinggi sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, hingga akhirnya dapat meraih kebaikan baik di dunia dan di Akherat.

Tiga Istilah dalam kajian Akidah Islamiyah tersebut yaitu:

  • IMAN: yaitu membenarkan dengan hati diikrarkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan.
  • ISLAM : Mengikuti segala yang datang dari Nabi Muhammad saw dan menjauhi segala yang dilarangnya.
  • IHSAN: Yaitu Engkau menyembah Allah seakan engkau melihatnya jika tidak bisa demikian maka sesungguhnya Allah Melihatmu.
Adapun kaitan antara ketiga hal tersebut yaitu; adapun Iman berkaitan dengan perkara Akidah, Islam dengan perkara Syariah dan Ihsan dengan Perkara Khulukiyah.

Dari ketiga hal inilah maka dalam perkembangan ilmu dalam Islam Terkelompokan ilmu menjadi Akidah, Fikih dan Akhlak.
Read More

Pentingnya Puasa Bagi Masa Depan Kehidupan Manusia

Diposkan oleh Islam Wiki
Kewajiban puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu hadiah yang besar bagi umat manusia. Karena pada bulan suci tersebutlah, kehidupan manusia sungguh terlihat sangat berbeda dengan kehidupan binatang. Saat siang hari, manusia yang beriman menahan diri terhadap hawa nafsunya sedangkan pada malam hari menghabiskan waktu tidak hanya untuk tidur tetapi lebih banyak untuk mengingat Allah SWT. cara hidup manusia beriman di bulan Ramadhan merupakan corak khusus yang diberikan Allah SWt kepada Manusia yang beriman dan berakal.

Kemudian jika kita berpikir lebih jauh akan makna puasa bagi kehidupan manusia, maka sunguh puasa merupakan jawaban bagi masa depan dunia. Hal ini telah jelas dituangkan oleh Almarhum Buya Hamka dalam salah satu artikelnya yang berjudul "Syahwat Perut dan Syahwat Faraj". Dalam artikel tersebut Hamka membandingkan tiga pemikir tersohor,yaitu Karl Max, Sigmund Freud dan Al Ghazali. Berikut ini adalah saduran artikel yang ditulis oleh Hamka tersebut.

Syahwat Perut dan Syahwat Faraj

oleh : Buya Hamka

Satu abad yang lalu Karl Marx menyatakan bahwa yang menjadi penentu perang dan damai di dunia ini adalah perbuatan mencari makan alias mengisi perut. 

Berbagai masalah dalam dunia ini, berpusat pada perut. semua orang ingin kenyang dan tak mau lapar, lalu merebut makanan. Maka terjadilah pertentangan yang tidak dapat dielakan, suatu hukum besi diantara golongan yang mempunyai (have) dengan yang tidak mempunyai (have not).

Kemudian setengah abad yang lalu datang pula seorang yang bernama Siqmund Freud yang menyatakan bahwa bukan urusan perut yang menjadi sebab timbulnya pertentangan dan perebutan di dalam dunia ini. Menurut freud, Kecerdasan orang berfikir atau kebodohannya, sukses atau gagal, persoalannya hanya satu, yaitu soal libido! yaitu soal keinginan jantan kepada betina dan betina kepada jantan atau lebih populer dengan istilah soal S e x.

Kedua orang tersebut, yaitu Marx dan Freud adalah keturunan Yahudi yang lahir dalam Getho, pada masa eropa masih memandang kaum Yahudi seperti najis. Mereka membanting otak mecari sebab kericuhan ekonomi dan sosial di benua eropa dan mereka telah mengeluarkan hasil ilmiahnya berdasarkan materialisme semata-mata.

Akan tetapi, 7 abad sebelum Marx mengeluarkan pahamnya dan 7,5 abad sebelum freud muncul ke gelanggang ilmiah, seorang pujangga dan filosof muslim, yaitu imam Ghazali telah menyatakan bahwa dua faktor menentukan hidup manusia dan kedua faktor itu amat perlu bagi kehidupan, yaitu syahwat perut dan syahwat faraj.

Ghazali memandang bukan segi perutnya saja sebagaimana pandangam Marx. Dan bukan segi faraj saja sebagaimana padangan Freud. Ghazali memiliki pandangan bahwa kalau keduanya tidak ada (yaitu syahwat perut dan faraj) maka manusia akan musnah dari muka bumi ini.
Jika manusia tidak memiliki syahwat faraj yaitu laki-laki tidak menginginkan perempuan dan sebaliknya maka akan punahlah keturunan manusia di muka bumi ini.

Kedua orang Yahudi itu, Marx dan Freud, tidak memandang persoalan ini dari segi kerohanian, atau segi agama. Malahan keduanya mengutuk penggunaan agama untuk menyelesaikan persolan. kedua paham ini adalah penambahan belaka bagi pengkokohan materialisme dalam dunia ini.

Adapun Ghazali, sesudah mengakui bahwa perut dan faraj adalah kepastian mutlak bagi kelanjutan kehidupan manusia, beliau memberi peringatan lagi bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang berakal yang dapat menimbang buruk dan baik. kalau sekiranya manusia hanya memperturutkan syahwat perutnya, niscaya benarlah apa yang dikatakan Marx yaitu perebutan rezeki yang tidak mengenal damai diantara manusia karena hendak mengisi perut. Timbul pertentangan kelas diantara yang kaya dengan yang miskin dan timbulah dendam yang tidak berkeputusan.

Demikian pula jika sekiranya syahwat faraj tidak terkendali, derajat manusia niscaya akan runtuh menjadi binatang. Orang tidak perlu lagi mengenal siapa bapaknya karena segala laki-laki boleh menyetubuhi ibunya.

Maka, Tuhan memberi manusia akal dan juga agama. Akal yang murni sesuai dengan agama yang suci. Agama mengatur agar dalam mengisi perut , manusia harus mengenal halal dan haram. Dan dalam mengisi syahwat faraj, manusia harus menuruti aturan nikah dan kawin.

Oleh karena itu, kehidupan diantara manusia jangan hanya diatur dari luar, hotronomus, tetapi lebih penting lagi peraturan yang datang dari dalam diri manusia itu sendiri, autonomus.


Setiap orang berakal dapat merasakan, bahwa orang lain akan bertahan, walaupun nyawanya akan melayang, kalau harta bendanya atau periuk nasinya dirampas. Sebab itu kalau tidak mempunyai kelebihan kekuatan, tidaklah si kuat akan menindas si lemah. Namun demikian seluruh manusia berkeinginan agar bisa mempunyai persediaan makanan yang cukup. Bukan saja cukup, malahan berlebihan dan persediaan yang ada pada orang lain.

Setelah melihat perebutan rezeki ini, benarlah apa yang dikatakan Marx bahwa perebutan makananlah yang menjadi pangkal segala bencana dunia ini, yaitu pangkal permusuhan dan pertentangan kelas. Asal mulanya hanya mencari sepiring nasi, sepiring siang dan sepiring malam, tetapi dalam masa yang tidak lnama, naik menjadi pengumpul harta yang banyak dan tidak peduli lagi terhadap orang lain, apakah mereka digencet, ditindas atau dihancurkan.

Dari nafsu makan naiklah menjadi nafsu menguasai. Dari sinilah sumber paham kapitalis dan imperialis, penindasan manusia atas manusia.
Asalnya cuma soal sedikit saja, sola perut. Perut yang panjangnya hanya sejengkal dan lebarnya hanya dua jengkal. Tetapi dari perut segitulah pangkal kemelut dunia.

Demikian pula dari syahwat faraj. Meskipun agama sudah mengatur supaya hubungan kelamin, s ex atau libido berjalan dengan tenteram, jangan rebutan. Teratur anak cucu dan keturunan, namun syahwat manusia masih saja ada. Orang Islam dibolehkan beristri empat jika dapat berbuat adil, bisa menyalahgunakan kebolehan ini. lalu ia kawin sampai empat, kalau bosan dia ceraikan setengahnya dan dia cari lagi penggantinya. Adapun orang yang agamanya hanya membolehkan beristri satu, karena syahwatnya, mencarilah dia di lluar dengan tidak terbatas.

Ajaran freud tentang se x inipun sangat berpengaruh di zaman modern. Perempuan, sejak ajaran freud tersohor, sudah jauh lebih maju dari dahulu. Maju ke dalam kehidupan binatang.
Nilai dan kesucian kawin tidak ada lagi. Hubungan laki-laki dan perempuan sudah sangat chaos dan mengerikan. Seorang Yahudi lain yang bernama Jean Paul Sartre dengan tegas mengajarkan pula, apa guna pernikahan! Pernikahan mengikat kebebasan diri pribadi kita, padahal kita telah wujud teloah ada, exis di dunia ini. Sehingga terjadilah hubungan se x tanpa ikatan pernikahan, persis seperti binatang. Bermunculan pula bacaan dan gambar-gambar pornografi, yang dijual di pinggir jalan, bahkan di Eropa, Amerika dan Jepang berdiri toko-toko SE X, "shop se x) yang menjual gambar dan video p or no.

Semua orang yang berakal budi, filososf moral seluruh dunia, ahli-ahli dalam soal etika dan sosiologi sependapat bahwa ini adalah bahaya besar bagi perikemanusian di zaman depan.

Di sinilah kita merasakan perlunya ajaran agama tentang berpuasa. Puasa adalah kendali atas syahwat perut dan syahwat faraj yang datang dari dalam diri kita sendiri, autonomus.
Satu bulan lamanya nafsu makan dan nafsu faraj dikendalikan. latihan satu bulan bukanlah perkara yang kecil, hal ini akan berbekas bagi jiwa. diri ini mesti dikendalikan! Jika tidak, dia akan berlarut-larut dalam keadaannya. Asal kantong berisi, asal perut berisi, diri ini kadang-kadang tidak peduli lagi dari mana sumbernya.

Perebutan pangkat, perebutan kekuasaan, hasad dengki siku menyiku, baik dalam ekonomi maupun politik, dimana maksud tersembunyi sebenarnya adalah untuk merebut jaminan hidup tadi yaitu merebut makanan.

Kemewahan yang berlebih-lebihan dan laki-laki yang jual tampang adalah karena hendak memikat hati kaum hawa. Sehingga soal libido ini kadang-kadang secara langsung atau tidak, mempengaruhi kebijakan politik suatu negara. Lebih-lebih apabila kaum hawa telah mendedahkan dirinya kepada umum, mau turut serta di dalam segala urusan. Lantaran itu timbulah perlombaan hidup mewah, dan dua kali dua sama dengan empat; timbulah korupsi! Korupsi dalam berbagai bidang.

Dimana semua bahaya ini akan dibatasi? Yaitu bahaya syahwat perut dan faraj ini ?
Dibatasi pada diri kita sendiri dengan puasa. Dengan mengendalikan diri dari dalam autonomus itu. Dengan sengaja dengan kesadaran melatih diri meninggalkan makan dan minum di siang hari dan beribadah di malam hari, sebulan lamanya.

Meskipun beras yang dimasak adalah hasil pencarianmu yang halal,bukan barang tipuan atau pencurian, namun tetap tidak boleh kamu makan ketika puasa.
Walaupun isteri sendiri, telah sah nikah, telah berlaku dan telah diketahui orang banyak, namun bila perintah puasa datang, wajib hubungan suami-isteri dihentikan pada siang hari di bulan Ramadhan.

Apabila puasa ini dipraktekan dengan sadar, terjadilah perubahan pandangan hidup, harta tidak lagi sebagai panglima yang menentukan melainkan dijadikan alat untuk berbuat baik. Sehabis puasa dia mengeluarkan zakat fitrah untuk fakir miskin. Dan dibiasakan juag sehabis puasa itu membagikan zakat hartanya kepada yang berhak menerima. Denan demikian nafsu individualis telah dibatasi. Dan pertentangan kelas jaran Marx tidak terjadi. Sebab yang kaya bukan membenci yang miskin melainkan merasa kasih dan wajib memberikan sebagian hartanya. Dan yang miskin tidak dengki kepada yang kaya melainkan medoakan, moga-moga bertambah rezekinya. Sebab dia sendiri mempunyai bagian di dalamnya.

Dalam kerepotan dan keributan politik yang tidak menentu, akibat rebutan rezeki dan dorongan nafsu perut dan faraj, saat orang yang dengan segala senang hati menjual 'aqidah', asyik menyikat dan mengambil muka demi memuaskan nafsu, tiba-tiba bulan ramdhan datang.
Read More

Pakaian Yang Sesuai Islam

Diposkan oleh Islam Wiki
Berbicara tentang pakaian, dalam Islam pakaian tidak hanya sekedar penghias tubuh. Dalam Islam fungsi utama pakaian adalah untuk menutupi aurat. Tidak seperti anggapan kaum materialis yang hanya memfungsikan pakaian hanya sebagai alat untuk memperindah tubuh saja (fashion) (bahkan saat ini fashion di dunia barat lebih untuk memperlihatkan keindahan aurat tubuh perempuan bukan untuk menutup aurat). Hal ini ditegaskan oleh Allah SWt dalam Q.S. Al A'raf ayat 26 yang artnya:

Hai bani Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Begitu eratnya hubungan pakaian dengan permasalahan aurat. Salah satu masalah yang akhirnya mengantarkan Adam dan hawa keluar dari Surga juga masalah Aurat. Sebagaimana tersebut dalam surat AlA'raf ayat 20 yang artinya:

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"


Selanjutnya Allah SWT Maha Mengetahui Makhluk ciptaanNya. Manusia memang telah diciptakan disertai dengan hawa nafsu. Salah satunya adalah hawa nafsu untuk menyukai lawan jenis. Terutama laki-laki, sudah menjadi pengetahuan manusia bahwa laki-laki terlalu mudah untuk timbul nafsu terhadap perempuan. Hanya dengan melihat saja nafsu laki-laki akan timbul. Oleh karenanya Allah SWT telah memberikan solusi terhadap permasalahan nafsu ini. Dalam surat An Nur ayat 30-31 disebutkan yang artinya:
"
 Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."



Mengenai Pakaian bagi orang yang telah tua, disebutkan dalam QS. An Nur ayat 60 yang artinya:
"Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana."

Read More

Memahami Kembali Hukum Pidana Islam

Diposkan oleh Islam Wiki
Salah satu tebing terjal yang masih harus didaki oleh cendekiawan Islam adalah masalah penerapan hukum pidana yang sesuai dengan Syariat Islam. Di dunia Islam Sendiri hanya segelintir negara yang menerapkan hukum Pidana Islam. Sedangkan lainnya masih menerapkan hukum peninggalan penjajah. Hal terbesar yang perlu dirubah adalah stereotip negatif terhadap Hukum Pidana Islam sendiri. Banyak orang yang menganggap hukum Pidana Islam tidak sesuai lagi dengan era ini. Hukum ini terlalu kejam. Kita tidak tahu apakah anggapan ini muncul dari orang yang berpendidikan(pernah mempelajari aspek-aspek dalam Hukum Pidana Islam) atau tidak.


Di sisi lain, hukum pidana yang diterapkan oleh negara-negara modern maupun berkembang saat ini tampak gagal di negara berkembang. Di negera Indonesia sendiri, kita bisa melihat begitu banyaknya tindak pidana yang terjadi, sampai-sampai penjara penuh, sementara tindak pidana tidak terlihat sedikitpun mengalami penurunan. Tampak sekali bahwa sanksi pidana dalam hukum pidana positif (penjara) tidak atau kurang sekali memiliki efek jera. Sehingga banyak mantan napi yang tidak jera mengulangi perbuatan pidana lagi.

Sebuah cerita menarik dari desa, diceritakan bahwa ada seorang yang lebih senang masuk penjara. Karena di dalam penjara menurut dia lebih enak karena dapat jatah makan gratis sedangkan di luar dia harus bersusah payah mencari seuap nasi. Sehingga dia sering kali melakukan pencurian kecil-kecilan, seperti mencuri ayam tetangga. Begitulah sebuah cerita yang pernah terdengar.

Dari hal itu, maka bukanlah hal yang jelek jika para pakar hukum di Indonesia ini untuk meluangkan sedikit waktu saja untuk melirik memahami berbagai aspek yang terdapat dalam hukum Pidana Islam.
Beikut ini ada sebuah tulisan yang merupakan ringkasan dari sebuah buku Fikih Jinayah yang ditulis oleh seorang Dosen Fikih Jinayah di UIN jogja. Tulisan ini dicopy dari http://muhammad-musa-isa.com/?pg=articles&article=857



FIQH JINAYAH
(Makhrus Munajat, M.Hum)
BAB I (Pengertian, Unsur, dan Pembagian)
Jinayah adalah adalah suatu tindakan yang dilarang oleh syara` karena dapat menimbulkan bahaya bagi agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal. Sebagian fuqaha menggunakan kata jinayah untuk perbuatan yang berkaitan dengan jiwa atau anggota badan, seperti membunuh, melukai dan sebagainya. Dengan demikian istilah fiqh jinayah sama dengan hukum pidana.
Seseorang dikenai hukum jinayah jika memenuhi dua unsur; yaitu umum dan khusus. Unsur umum terdiri dari; 1. Formil, yaitu adanya ketentuan undang-undang. 2, Materiil, yaitu sifat yang melawan hukum. 3. Moril, yaitu pelakunya mukallaf. Sedangkan unsur khusus ialah unsur yang hanya terdapat pada perdana tertentu dan antara satu jenis berbeda dengan lainnya, seperti pencurian jika ada barangnya.
Ulama membagi tindak pidana ( Jarimah) dalam lima katagori. 1. Katagori berat- ringannya hukuman, terdiri dari tiga jenis; Jarimah Hudud, Jariman Qishash, dan Jarimah Ta`zir. 2. Menurut niat pelaku. 3. Berdasarkan sikap berbuat. 4. Siapa yang menjadi korban. 5. Berkaitan dengan kepentingan umum.
 
BAB II (Asas-asas Umum)
Asas legalitas ialah keabsahan sesuatu menurut undang-undang. Dalam Islam, secara substansial ialah ayat-ayat Al-Qur`an, diantaranya; Al-Isra 15, Al-Qasas 59, Al-An`am 19, dan Al-Baqarah 286. Dari ayat-ayat tersebut, fuqaha merumuskan beberapa kaidah hukum Islam. Dari kaidah-kaidah tersebut memunculkan dua syarat yang harus dipenuhi sehingga dikatagorikan tindak pidana. Pertama, pelaku tidak gila dan bukan karena membela diri. Kedua, perbuatan tersebut diketahui jelas ada ancaman bagi yang melanggar.
Maka “tidak ada hukuman bagi mukallaf sebelum adanya ketentuan nas”. Namun ada beberapa jarimah yang diberlakukan asas surut karena akan sangat berbahaya dan mengganggu kepentingan umum jika tidak diterapkan hukuman.
Berkaitan dengan asas Praduga tak bersalah adalah batalnya hukuman karena adanya syubhat (keraguan), karena dalam hadis Nabi menyatakan, lebih baik salah dalam membebaskan daripada salah dalam menghukum. Akan tetapi dalam membatalkan hukuman, Hakim (jika diperlukan) masih memiliki otoritas untuk menjatuhi hukuman bagi terdakwa.
 
BAB III (Percobaan Melakukan Jarimah)
Percobaan tindak pidana adalah tidak selesainya perbuatan pidana karena adanya factor eksternal, namun pelaku telah berencana dan memulai perbuatannya. Maka perbuatan tersebut dianggap maksiat dan bisa dihukumi ta`zir oleh Hakim dan jelas berbeda hukumannya dengan perbuatan yang selesai. Jika tidak selesainya perbuatan karena perubahan niat dalam dirinya, maka tidak dianggap maksiat. Tapi jika tidak selesai karena ketahuan oleh pihak lain, maka ia bisa dikenakan hukum maksiat dengan ta`zir hakim. Fase perencanaan dan persiapan tidak bisa dikatakan jarimah, dalam Islam hanya jika terjadi perbuatan telah selesai. Meskipun dalam hukum positif, perencanaan tersebut dianggap kejahatan bila dapat dibuktikan.
Dalam perkara percobaan melakukan jarimah mustahil, Islam tidak menjadikan soal apakah kemustahilan tersebut karena kesalahan alat atau karena salah tujuan. Selama niatan pelaku telah menjelma pada perbuatan yang berbentuk maksiat, maka harus dihukumi atas pertimbangan Hakim.
 
BAB IV (Turut Serta Berbuat Jarimah)
Pengertian turut serta dan berserikat sangat berbeda. Istilah turut serta, tidak nyata dalam kejadian, bisa jadi hanya menyuruh, otak perencanaan atau lainnya. sedangkan berserikat keduanya merupakan pelaku utama.
Turut serta jarimah tidak langsung dapat berbentuk; persepakatan, menghasud atau menyuruh, dan memberi bantuan. Juga akan timbul beberapa kemungkian; 1. pelaku tidak langsung lebih berat daripada yang langsung, seperti kesaksian palsu. 2. Pelaku langsung lebih kuat daripada yang tidak langsung, seperti menjatuhkan orang ke jurang. 3. Kedua perbuatan pelaku seimbang, seperti memaksa membunuh.
Dalam Islam hukuman hanya dijatuhkan pada pelaku langsung, bukan terhadap pelaku turut serta yang tidak langsung untuk menghindari syubhat . Akan tetapi dalam jarimah tertentu, seperti pembunuhan dan penganiayaan, pelaku tidak langsung dikenai hukum ta`zir , sedangkan pelaku langsung dikenai hukum hudud atau qishash atau diyat.
 
BAB V (Pertanggung-jawaban Pidana)
Pertanggungjawaban Pidana dapat diartikan sebagai bentuk pembebanan pada seseorang akibat perbuatannya yang dilarang atau tidak berbuat yang seharusnya dikerjakan, dengan kemauan sendiri dan tahu akan akibat dari berbuat atau tidak berbuat. Melawan hukum atau melakukan perbuatan yang dilarang dapat disebabkan karena sengaja, dan adakalanya keliru.
Seorang Hakim jika memutuskan potong-tangan tidak bisa diqishash karena ia dalam posisi melakukan ketentuan syariat. Seseorang yang dipaksa melakukan kejahatan oleh Penguasa tidak bisa dihukum. Seseorang yang dipaksa berzina juga masuk pengecualian hukum. Seseorang yang membunuh untuk pembelaan diri termasuk pengecualian hukum. Adanya syubhat dalam kasus tertentu juga menjadi penghalang berlakunya hukum. Pemberian maaf juga dapat menggugurkan hukuman, kecuali pada hal tertentu seperti pembunuhan secara keji dan direncanakan tidak bisa dimaafkan.
 
BAB VI (Hukuman)
Hukuman atau `uqubah dalam istilah Arab merupakan bentuk balasan bagi seseorang yang atas perbuatannya melanggar ketentuan syara` yang ditetapkan Allah dan Rasul-NYA untuk kemaslahatan manusia. Hukuman diberlakukan dengan syarat, 1.hukuman itu disyariatkan, 2.dikenakan hanya pada pelaku, dan 3.berlaku bagi seluruh orang.
Hukuman dari segi pertaliannya dibagi empat macam; pokok ( jarimah hudud), hukuman pengganti ( qishash diganti diyat), hukuman tambahan (pelaku qazf, hilang hak warisnya), dan hukuman pelengkap melalui keputusan hakim, seperti mengalungkan potongan tangan ke leher.
Dari segi kewenangan hakim, ada hukuman yang bersifat terbatas, seperti dera 100 bagi pezina. Dan lainnya bersifat alternative untuk dipilih.
Sedangkan dari segi objek, dibagi menjadi; 1.hukuman jasmani; potong tangan, 2. psikologis; ancaman, dan 3. hukuman benda; diyat, ganti rugi dan penyitaan harta.
Hukuman gabungan ialah serangkaian sanksi yang diterapkan pada seseorang bila ia nyata melakukan jarimah berulang-ulang dan antara perbuatan satu dan lainnya belum mendapatkan putusan terakhir. Hukuman gabungan dibagi menjadi dua sifat, gabungan anggapan dan gabungan nyata.
Pelaksanaan hukuman diklasifikasikan dalam tiga ketentuan; jarimah hudud yang berwenang hanyalah Imam atau diwakilkan kepada Hakim yang diangkat secara resmi. Jarimah Qishash Diyat dapat dilakukan oleh korban atau walinya, tapi harus dibawah pengawasan Penguasa agar tidak berlebihan, namun dianjurkan untuk diserahkan pelaksaannya kepada Penguasa. Adapun pelaksanaan jarimah ta`zir, mutlak wewenang kepala Negara atau Hakim. Jika dilaksanakan orang lain, akan dikenai sanksi.
Tujuan hukuman ialah menciptakan ketentraman individu dan masyarakat serta mencegah perbuatan yang menimbulkan kerugian. Dalam Islam mempunyai dua aspek; perventif (pencegahan) dan represif (pendidikan). Kedua aspek tersebut akan menghasilkan kemaslahatan, yaitu terbentuknya moral yang dilandasi Agama.
 
BAB VII (Jarimah Hudud)
Kejahatan Hudud adalah kejahatan yang paling berat dalam hukum pidana Islam. Hukum Pidana Islam tidaklah absolute, ortodok, melainkan memberikan ruang gerak bagi akal fikiran manusia untuk berijtihad sehingga bisa merespon kebutuhan masyarakat secara dinamis.
Pada hakikatnya, ada kebebasan untuk menetapkan hukum, akan tetapi hukum Allah swt. tetap dijadikan rambu dalam menegakkan keadilan, maka pemahaman jarimah hudud harus disikapi sebagai sebuah ijtihad Ulama terdahulu.
Rajam, melempari pezina dengan batu sampai ajal, adalah alternatif hukuman terberat dan bersifat insidentil. Penerapannya lebih bersifat kasuistik, karena hukuman mati dalam Islam harus melalui pertimbangan matang kemaslahatan individu dan masyarakat.
Qazf adalah menuduh wanita baik-baik berbuat zina tanpa ada bukti yang meyakinkan. Jika tidak terbukti maka penuduh dikenai dera 80 kali. Dalam Islam, kehormatan, pencemaran nama baik adalah hak yang harus dilindungi, bukan sekedar karena kebohongan.
Sariqah ialah perbuatan mengambil harta orang lain secara diam-diam dengan maksud untuk memiliki serta tidak adanya paksaan. Dalam Al-Quran, Jarimah Sariqah adalah potong tangan. Dalam ijtihad, potong-tangan diberlakukan untuk pencuri professional. Dalam teori halah al-had al-a`la, hukum potong tangan dalam kejadian tertentu dapat digantikan dengan hukuman lain yang lebih rendah, tetapi tidak boleh diganti dengan yang lebih tinggi.
Hirabah adalah sekelomok manusia yang membuat keonaran, pertumpahan darah, merampas harta, dan kekacauan. Hukuman bagi haribah adalah hukuman bertingkat. Potong tangan karena mencuri, potong kaki karena mengacau, qishash karena membunuh, disalib karena membunuh dan mengacau, dan dipenjara bila mengacau tanpa membunuh dan mengambil harta.
Baghy adalah pemberontakan, yaitu keluarnya seseorang dari ketaatan kepada Imam yang sah tanpa alasan. Pemberontakan merupakan upaya melakukan kerusakan. Islam memerintahkan Pemerintah untuk berunding, dan diperangi apabila tidak bersedia kembali bergabung dalam masyarakat. Bahkan mayatnya tidak perlu dishalati seperti yang lakukan oeh Ali bin Abi Thalib.
Khamar (minuman memabukkan), diharamkan, termasuk narkotika, sabu, heroin, dan lainnya. Islam sangat memperhatikan kesehatan badan, jiwa dan kemanfaatan harta benda. Hukumannya 40 kali dera sebagai had, dan 40 kali dera sebagai hukum ta`zir sebagaimana yang dipraktekkan oleh Umar bin Khattab.
Riddah, orang yang menyatakan kafir setelah beriman dalam Islam, baik dilakukan dengan; 1. perbuatan menyembah berhala, 2. dengan ucapan bahwa Allah mempunyai anak, atau 3. dengan keyakinan bahwa Allah sama dengan makhluk. Dalam Hadis, hukumnya dibunuh. Namun dalam pemahaman kontektual bahwa murtad, hanya dihukumi ta`zir, karena sanksinya bersifat Akhirat, murtad hanya dihukum jika mencaci maki agama, akan tetapi bisa dikenai hukuman mati dengan ta`zir jika terbukti melakukan desersi sedang Negara dalam keadaan perang.
 
BAB VIII (Jarimah Qishash Diyat)
Qishash diyat adalah kejahatan terhadap jiwa atau anggota badan yang diancam hukuman serupa ( qishash) atau diyat ( ganti rugi dari si pelaku kepada si korban atau walinya). Termasuk di dalamnya, pembunuhan dengan sengaja, semi sengaja, menyebabkan kematian karena kealpaan, penganiayaan dengan sengaja, atau menyebabkan kelukaan tanpa sengaja.
Hikmah berlakunya hukum ini adalah untuk keberlangsungan hidup. Dengan qishash menghindari kemarahan pihak korban dan melenyapkan rasa dendam. Dengan diyat, akan meringankan beban nafkah pihak korban dan akan merasakan keadaan damai dan aman dalam kehidupan.
Pembunuhan disengaja diberlakukan hukum pokok ( qishash), jika dimaafkan, diberlakukan hukum pengganti ( diyat), dan bila keduanya dimaafkan, maka diberlakukan hukuman ta`zir. Hakim bisa menetukan hukuman yang lebih rendah atas persetujuan korban atau walinya secara kondisional, menurut jenis pembunuhannya, siapa pelakunya, dan kenapa terjadi. Apapun substansinya, hukum qishash adalah upaya menegakkan keadilan, sehingga dapat diterima oleh semua golongan.
 
BAB IX (Jarimah Ta`zir)
Ta`zir adalah hukuman yang bersifat mendidik atas perbuatan dosa yang belum ditetapkan oleh syara` atau hukuman yang diserahkan kepada keputusan Hakim. Namun hukum ta`zir juga dapat dikenakan atas kehendak masyarakat umum, meskipun bukan perbuatan maksiat, melainkan awalnya mubah. Dasar hukum ta`zir adalah pertimbangan kemaslahatan dengan mengacu pada prinsip keadilan. Pelaksanaannyapun bisa berbeda, tergantung pada tiap keadaan. Karena sifatnya yang mendidik, maka bisa dikenakan pada anak kecil. Jadi, jarimah ta`zir berbeda dengan jarimah hudud.
Jarimah Ta`zir bisa dibagi menjadi tiga macam. Jarimah yang berasal dari hudud namun terdapat syubhat. Jarimah yang dilarang nas, namun belum ada hukumnya. Dan jarimah yang jenis dan sanksinya belum ditentukan oleh syara`.
Bentuk sanksi ta`zir bisa beragam, sesuai keputusan Hakim, secara garis besar dapat dibedakan menjadi; Hukuman mati bisa dikenakan pada pelaku hukuman berat yang berulang-ulang. Hukuman cambuk, hukuman penjara, hukuman pengasingan, menyita harta pelaku, mengubah bentuk barang, hukuman denda, peringatan keras, hukuman nasihat, hukuman celaan, pengucilan, pemecatan, dan publikasi.
Read More

Belajar Tata Bahas Arab (Nahwu)

Diposkan oleh Islam Wiki
Berikut ini adalah video pendek belajar tata bahasa arab. Meskipun cukup simpel, kami berharap dapat bermanfaat.  Saran kami download video ini melalui situs keepvid.com lalu pilih format 3gp sehingga bisa diputar melalui Hp anda.

Untuk lebih mudah menontonnya Anda bisa buka melalui youtube Android Apps agar labih ringan, atau dengan mengunduh videonya melalui cara yang tersedia seperti dengan cara menginstal plugin youtube downloader di browser Mozila Firefox.



Read More